JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, buka suara soal pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyebut ada operasi politik di balik polemik ijazah Wapres Gibran.
“Operasi politik tujuannya kekuasaan, makanya sangat curiga bahwa cuman untuk mendiskreditkan Pak Jokowi dan Mas Gibran,” ujar Bestari.
“Saya khawatir bahwa ini agenda tertentu untuk segera bisa mengganti kekuasaan,” lanjutnya.
Sementara itu, kuasa hukum pelapor surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Gibran, Azam Khan, menantang Bestari untuk menyebutkan partai politik yang dicurigai.
#ijazahgibran #gibran #jokowi
Bareskrim Polri terus menyelidiki kasus surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Rabu, 21 Oktober 2026, Bareskrim melakukan gelar perkara khusus terkait kasus ini.
Ayah Gibran, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo menuding ada operasi politik dan penumpang gelap di balik polemik ijazah Gibran. Benarkah demikian?
Program ROSI mengundang kuasa hukum pelapor suket penyetaraan pendidikan Gibran, Azam Khan. Juga Ketua bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus.
Saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "Kasus Ijazah Gibran, Jokowi: Ada Operasi Politik", Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV!
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Aditya-Pramana
Sumber : Kompas TV
- ijazah gibran
- gibran
- wapres gibran
- jokowi
- psi
- rosi





