Jakarta, VIVA – Kabar mengejutkan datang dari industri game global. Electronic Arts (EA) resmi menutup BioWare, studio yang selama lebih dari tiga dekade dikenal melalui game role-playing game (RPG) dengan cerita mendalam, karakter ikonik, dan pilihan pemain yang memengaruhi perjalanan permainan. Keputusan ini juga mengakhiri pengembangan awal proyek Mass Effect terbaru.
Dikutip VIVA Jum'at, (22/10/2026) PC Gamer, penutupan BioWare menjadi pukulan besar bagi penggemar RPG, terutama mereka yang tumbuh bersama seri Baldur's Gate, Dragon Age, dan Mass Effect.
BioWare Punya Sejarah Panjang di Industri Game
BioWare didirikan pada 1995 oleh Ray Muzyka, Greg Zeschuk, dan Augustine Yip. Studio asal Kanada ini membangun reputasinya lewat permainan yang menggabungkan eksplorasi, pertarungan, dialog, dan keputusan moral pemain.
Nama BioWare semakin dikenal melalui Baldur's Gate, Neverwinter Nights, Jade Empire, serta Star Wars: Knights of the Old Republic. Studio tersebut kemudian memperkuat posisinya melalui dua waralaba besar, yakni Dragon Age dan Mass Effect.
Pada 2007, BioWare diakuisisi oleh Electronic Arts. Di bawah penerbit tersebut, studio ini melahirkan sejumlah RPG populer yang memiliki komunitas penggemar kuat hingga sekarang.
Keistimewaan BioWare terletak pada cara pemain membangun hubungan dengan karakter dan menentukan arah cerita. Pilihan dalam dialog maupun keputusan penting sering kali menghadirkan konsekuensi yang membuat pengalaman bermain terasa personal.
Karena itu, penutupan studio ini bukan hanya persoalan bisnis. Keputusan tersebut juga menandai berakhirnya perjalanan salah satu pengembang yang ikut membentuk standar RPG modern.
Proyek Mass Effect Terbaru Ikut Berhenti
Dampak paling langsung dari penutupan BioWare adalah penghentian pengembangan awal proyek Mass Effect berikutnya. Game tersebut sebelumnya telah diperkenalkan melalui teaser pada 2020 dan sempat menjadi salah satu proyek yang dinantikan penggemar RPG fiksi ilmiah.
Pada 2025, BioWare menyebut tim inti masih mengerjakan proyek tersebut setelah studio mengalami pengurangan karyawan. Namun, perkembangan itu tidak cukup untuk menyelamatkan proyek dari keputusan terbaru EA.
Sampai laporan ini diterbitkan, EA belum mengumumkan rencana resmi untuk memindahkan pengembangan Mass Effect ke studio lain. Masa depan waralaba tersebut pun masih belum jelas.





