Sebuah video memperlihatkan dua siswa SD duel di kawasan Karawang, Jawa Barat. Video itu beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, nampak salah satu pelajar MAN kegirangan sembari mendorong salah satu siswa SD agar berduel dengan siswa SD lainnya.
Sementara pada narasi yang beredar, disebutkan siswa MAN itu diduga melakukan perundungan dengan sengaja mempertemukan anak SD tersebut untuk adu fisik.
Ps Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Asim, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, menurutnya, kasus itu saat ini berakhir damai melalui mediasi secara kekeluargaan.
"Pihak-pihak yang terlibat, baik anak yang menjadi korban maupun anak yang diduga terlibat menyepakati penyelesaian secara kekeluargaan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak," ucap Asim, Kamis (22/10).
Dia menuturkan, keributan bermula dari perselisihan antara dua siswa SD yang tengah berebut bola pada Senin (19/10). Sekolah mereka berlokasi persis di belakang gedung sekolah MAN.
Tiga siswa MAN berinisial RZA (16), IS (17), dan MMS (16) yang melihat keributan itu awalnya berupaya memisahkan mereka agar tidak berkelahi. Namun salah satu siswa, RZA, rupanya malah mendorong salah satu anak hingga perkelahian pun berlanjut.
MMS yang merekam kejadian tersebut lalu mengirimkan videonya ke grup WhatsApp angkatan sekolah hingga akhirnya menyebar di media sosial.
Untuk mendalami peristiwa itu, kepolisian lalu mengundang pihak sekolah serta orang tua atau wali anak-anak terkait guna melakukan klarifikasi dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Dalam proses penyelesaian, kata dia, para pihak telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan keterangan masing-masing. Musyawarah dilakukan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, mengingat seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut masih berstatus anak.
"Pihak korban menyatakan menerima hasil musyawarah, tidak mengajukan tuntutan secara pribadi kepada pihak lainnya, serta berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi perselisihan di kemudian hari."
"Kedua belah pihak juga sepakat untuk saling menghormati, menjaga hubungan baik, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan," tandasnya.





