Anggaran Perlinsos Capai Rp639,6 Triliun, Pemerintah Kejar Target Kemiskinan Turun Jadi 5 Persen di 2029

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp639,6 triliun untuk program perlindungan sosial (perlinsos) pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk membantu keluarga rentan melalui berbagai skema bantuan, sekaligus mendukung target penurunan angka kemiskinan nasional menjadi maksimal 5 persen pada 2029.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. Ia mengatakan, 33,1 juta keluarga telah menerima manfaat dari berbagai program perlindungan sosial dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga :
Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8 Persen, Cak Imin: 2029 Ditargetkan 5 Persen
Pemprov Bocorkan Sejumlah Faktor Turunnya Angka Kemiskinan di DKI: Jakarta Berada di Bawah 4 Persen

"Pada 2026, pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program dalam rangka mengurangi beban pengeluaran keluarga, antara lain PKH bagi 10 juta keluarga, bantuan sembako bagi 17,6 juta keluarga, serta bantuan beras dan minyak goreng bagi 33,1 juta keluarga," kata Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Kamis (22/10/2026). 

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), program perlindungan sosial menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga masyarakat rentan dari tekanan pengeluaran. Namun, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendorong penerima bantuan agar semakin mandiri secara ekonomi.

Muhaimin menyebut angka kemiskinan nasional pada 2025 telah turun menjadi 8,07 persen, dibandingkan 9,03 persen pada Maret 2024. Pemerintah menargetkan angka tersebut kembali menurun hingga maksimal 5 persen pada 2029.

Pada tahun yang sama, pemerintah juga menargetkan terciptanya 10 juta orang yang bekerja dan berusaha. Target ini menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya mengandalkan pemberian bantuan, tetapi juga perluasan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Kemenko PM mencatat sebanyak 199.929 keluarga telah lulus atau graduasi dari program bantuan sosial (bansos). Selain itu, sebanyak 78.337 keluarga memperoleh dukungan melalui program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.

Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Muhaimin menyebut terdapat puluhan juta penduduk serta ribuan desa yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Kita memiliki tanggung jawab sebesar 22,93 juta jiwa, 88 kabupaten lokasi kemiskinan, kemudian terdapat 16.550 desa yang harus terus kita perhatikan," kata Muhaimin Iskandar.

Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui program Sekolah Rakyat. Program ini memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin sekaligus mendorong orang tua mereka membangun kemandirian ekonomi.

Pemerintah menilai pendekatan tersebut penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Muhaimin menegaskan perubahan pendekatan dalam perlindungan dan pemberdayaan masyarakat membutuhkan konsistensi serta kolaborasi seluruh pihak agar target pengentasan kemiskinan dapat tercapai. (Ant)

Baca Juga :
Klaim Pramono, Untuk Pertama Kalinya Penduduk Miskin Jakarta di Bawah 4 Persen
Bansos Bakal Lewat Transfer Uang Tunai, Tak Lagi Barang
Presiden Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Hadirkan Keadilan Bagi Rakyat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi DEN: Revisi UU Tipikor Tak Hapus Unsur Kerugian Negara
• 15 jam lalucumicumi.com
thumb
BNPB: Luas Lahan Terbakar di Raja Ampat 357,5 Hektare
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Danantara Incar Investasi Data Center Beralih dari Timteng ke Indonesia
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Cak Imin Sebut Strategi Atasi Kemiskinan Berubah, Bansos Bergeser ke Pemberdayaan
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bengkulu
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.