Dino Patti Djalal: MSCI Tak Mungkin Jadi Alat Singapura Rebut Aset Indonesia

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wacana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan status pasar saham lokal menjadi standalone market memunculkan rumor bahwa hal tersebut merupakan manuver yang dilakukan oleh Singapura. Namun hal itu dibantah tegas oleh Eks Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.

Dino mengatakan hal tersebut adapun sebuah pandangan yang sangat irasional serta tidak memiliki dasar pijakan geopolitik yang kuat. Ia membongkar cacat logika dari rumor yang menuduh negara tetangga sedang merancang sabotase ekonomi besar-besaran terhadap Indonesia.

Baca Juga: PSI Jadi Sorotan, Unggahan Pertama Foto Ijazah Jokowi Ternyata Didapat dari Akun Misterius

"Pandangan yang belakangan beredar bahwa mereka sedang berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal kita, mensabotase ekonomi, dan melalui lembaga itu mencoba merebut aset-aset kita dalam situasi fire sale atau jual serba murah, adalah pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari realitas yang sebenarnya," urai Dino dikutip Jumat (23/10/2026).

Dalam kacamata diplomasi dan tata krama hubungan internasional, ia menjelaskan bahwa skenario menjatuhkan negara ini justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan Singapura. Sebagai pusat finansial regional, stabilitas ekonomi dan politik mereka sangat bergantung pada kondusivitas negara-negara tetangganya, terutama Indonesia.

Jika perekonomian kita kolaps dan aset-asetnya hancur lebur (fire sale), arus rantai pasok, keamanan kawasan hingga nilai investasi yang selama ini ditanamkan oleh mereka di sini juga akan ikut hancur.

Menuduh Singapura menggunakan lembaga indeks global sebagai instrumen proksi untuk memiskinkan negara tetangganya adalah sebuah kontradiksi yang menyesatkan.

Dino mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh sentimen ultranasionalisme yang tidak berdasar. Memperlakukan Singapura layaknya musuh atau kompetitor yang berniat jahat di tengah krisis pasar modal saat ini justru akan memperkeruh suasana diplomasi.

Baca Juga: Pengakuan Jubir PSI: Belum Pernah Lihat Ijazah Asli Jokowi, Hanya Dengar Cerita dari Temannya di UGM

Pemerintah dan para pelaku pasar modal diharapkannya untuk tetap fokus pada perbaikan fundamental ekonomi domestik dan persoalan struktural yang disoroti oleh MSCI. Tak perlu termakan oleh narasi konspirasi fiktif yang dapat merusak hubungan baik antarnegara bertetangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
POLEMIK KABUT ASAP! Politisi Malaysia Syed dan Eks Mendag Lutfi Saling Menanggapi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
5 Pemain Timnas Indonesia Ini Bisa Tergusur Jika Taisei Marukawa Resmi Dinaturalisasi, Ada Vickery hingga Marselino
• 11 menit laluviva.co.id
thumb
Prabowo Ingatkan Para Pemimpin Agar Tak Boleh Lugu dan Harus Waspada
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Serikat Usaha Muhammadiyah ke Yiwu: Kota Grosir dan Supermarket Terbesar Dunia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Santri Nasional: Menag Nasaruddin Umar Ungkap 5 Program Penguatan Pesantren
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.