HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – AC Milan dipermalukan Bournemouth. Mereka babak belur 0-3 pada matchday ketiga fase liga Liga Europa 2026/2027 di kandang lawan.
Kartu merah yang diterima kiper Mike Maignan dan dua hadiah penalti membuat Rossoneri kehilangan kendali permainan hingga harus pulang tanpa poin.
Bertanding di markas Bournemouth, Milan sudah tertinggal sejak menit kedelapan akibat penalti Justin Kluivert.
Situasi semakin sulit setelah Maignan diusir wasit pada menit ke-27. Marcus Tavernier kemudian memperlebar keunggulan tuan rumah melalui titik putih pada menit ke-32, sebelum Amine Adli memastikan kemenangan Bournemouth lewat gol pada menit ke-84.
Hasil ini menjaga rekor sempurna Bournemouth di kompetisi Eropa musim ini.
Sebaliknya, Milan harus menanggung kerugian setelah serangkaian kesalahan individu membuat mereka kesulitan bersaing sepanjang pertandingan.
Dua Penalti dan Kartu Merah Hancurkan MilanBencana Milan bermula ketika Koni De Winter melakukan handball di kotak penalti saat berusaha menghalau sundulan Evanilson dari situasi sepak pojok.
Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Bournemouth.
Justin Kluivert yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik pada menit kedelapan.
Tendangannya membawa Bournemouth unggul 1-0 sekaligus memaksa Milan bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Maignan sempat menjaga peluang tim tamu melalui sejumlah penyelamatan.
Kiper asal Prancis tersebut menggagalkan tembakan Ryan Christie dan menepis upaya James Hill yang berubah arah.
Namun, petaka kembali menghampiri Milan menjelang akhir babak pertama.
Setelah situasi sepak pojok Bournemouth, Maignan terlibat insiden dengan Tyler Adams dan melakukan dorongan terhadap pemain tuan rumah.
Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Maignan sekaligus memberikan penalti kepada Bournemouth.
Keputusan tersebut membuat Milan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Lorenzo Torriani masuk untuk menggantikan Maignan dan mengambil alih posisi penjaga gawang.
Akan tetapi, Torriani langsung menghadapi tekanan ketika Marcus Tavernier maju sebagai algojo penalti.
Tavernier sukses menuntaskan peluang tersebut pada menit ke-32 dan mengubah skor menjadi 2-0.
Bournemouth pun semakin diuntungkan karena unggul dua gol sekaligus memiliki kelebihan jumlah pemain.
Bournemouth Kendalikan PertandinganDalam kondisi tertinggal dan bermain dengan 10 orang, Milan berusaha mencari celah untuk memperkecil kedudukan.
Namun, Bournemouth mampu menjaga organisasi permainan dan membatasi ruang gerak para pemain Rossoneri.
Milan beberapa kali berada dalam situasi berbahaya akibat kesalahan sendiri.
Fikayo Tomori, misalnya, kehilangan bola di area tengah sebelum menjatuhkan Evanilson.
Bournemouth juga mendapatkan peluang melalui sundulan Rayan, meski bola belum mengarah tepat ke gawang.
Di sisi lain, Milan sempat menciptakan ancaman dari situasi bola mati.
Diego Moreira mengirimkan umpan yang diteruskan De Winter, tetapi Lewis Cook melakukan sapuan penting untuk menggagalkan peluang tersebut.
Bournemouth tetap tampil agresif meski sudah unggul dua gol.
Keunggulan jumlah pemain membuat tuan rumah lebih leluasa menguasai pertandingan dan mencari gol tambahan untuk memastikan kemenangan.
Amine Adli Kunci Kemenangan 3-0Gol ketiga Bournemouth akhirnya tercipta pada menit ke-84 melalui Amine Adli.
Tendangan bebasnya melengkung melewati pagar betis Milan yang tidak tersusun rapat dan mengejutkan Torriani di sudut dekat gawang.
Gol tersebut sekaligus memupus harapan Milan untuk menghindari kekalahan dengan selisih besar.
Bournemouth semakin dekat dengan kemenangan setelah mampu mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir.
Torriani sempat melakukan penyelamatan refleks ketika menghadapi tembakan menyilang Rayan.
Aksi itu mencegah Milan kebobolan gol keempat, tetapi tidak mengubah hasil akhir pertandingan.
Bournemouth pun menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas AC Milan.
Hasil tersebut memperpanjang catatan sempurna The Cherries di Liga Europa setelah sebelumnya menundukkan Real Sociedad dan Sturm Graz.
Sementara itu, Milan harus mengevaluasi performa mereka setelah gagal mengatasi tekanan tuan rumah.
Kesalahan di kotak penalti, kartu merah Maignan, dan kegagalan membendung serangan Bournemouth menjadi faktor utama di balik kekalahan telak Rossoneri.





