Taufik Karim Raih Perak Asian Para Games 2026, Kekompakan dengan Peter Rossi Jadi Kunci di Lintasan Nagoya

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pelari para-atletik Indonesia, Taufik Abdul Karim, berhasil meraih medali perak nomor 100 meter T11 pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang berkat kerja sama dengan pelari pemandunya, Peter Filologus Valentino Rossi.

Taufik mencatatkan waktu 11,48 detik pada pertandingan final dan hanya terpaut 0,01 detik dari atlet Irak, Mohammed Ayade, yang merebut medali emas dengan catatan 11,47 detik.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Taufik dan Peter yang baru menjalani kerja sama sebagai pasangan atlet dan pemandu selama sekitar tiga bulan.

Meski gagal membawa pulang medali emas, keduanya menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia melalui koordinasi langkah, komunikasi, dan kepercayaan selama perlombaan.

Sebelumnya, Taufik bahkan mencatatkan waktu lebih cepat pada babak penyisihan dengan 11,30 detik yang menjadi rekor perlombaan.

Peter Rossi Ungkap Pentingnya Kekompakan dengan Taufik Karim

Peter Filologus Valentino Rossi memiliki peran penting dalam mendampingi Taufik Abdul Karim yang merupakan pelari tunanetra Indonesia pada klasifikasi T11.

Sebagai pelari pemandu atau guide runner, Peter bertugas membantu Taufik menjaga arah lintasan sekaligus memberikan arahan selama pertandingan berlangsung.

Keduanya berlari berdampingan dengan tangan yang terhubung menggunakan tali khusus agar tetap berada dalam posisi yang sesuai.

Sebelum perlombaan dimulai, Peter harus memastikan posisi tubuh dan kaki Taufik sudah tepat untuk melakukan start.

Koordinasi juga diperlukan agar langkah kaki keduanya tidak saling berbenturan ketika berlari dengan kecepatan tinggi.

Peter menjelaskan bahwa proses penyesuaian tersebut membutuhkan latihan berulang karena setiap atlet memiliki karakteristik gerakan yang berbeda.

"Kalau koordinasi, penyesuaian tangan kaki kan beda. Ayunan tangan, postur badan, itu memengaruhi. Tapi lama-kelamaan latihan, chemistry dapat," kata Peter saat ditemui di Nagoya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Peter, panjang langkah, posisi tubuh, dan ayunan tangan merupakan beberapa aspek yang harus diselaraskan agar keduanya dapat berlari secara efektif.

Penyesuaian tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi nomor 100 meter dan 400 meter T11 pada Asian Para Games 2026.

Pelari Pemandu Harus Jaga Kecepatan dan Komunikasi di Lintasan

Tugas Peter sebagai pelari pemandu tidak hanya memastikan Taufik tetap berada di jalur yang benar selama perlombaan.

Ia juga harus memberikan informasi mengenai arah lintasan, perubahan kecepatan, dan waktu yang tepat untuk meningkatkan laju lari.

Pada nomor 100 meter, seluruh arahan harus disampaikan dalam waktu yang sangat singkat karena perlombaan hanya berlangsung sekitar belasan detik.

Sementara itu, nomor 400 meter membutuhkan komunikasi tambahan untuk menghadapi tikungan dan menyesuaikan kecepatan sepanjang lintasan.

Peter mengatakan komunikasi yang dilakukan selama perlombaan biasanya menggunakan instruksi singkat agar tidak mengganggu konsentrasi atlet.

"Paling cuma ngomong nambah sama mau finish itu, tambahin, sudah. Gitu aja," ujarnya.

Selain kemampuan berkomunikasi, Peter juga dituntut memiliki kondisi fisik yang mampu mengimbangi kecepatan Taufik.

Ia harus menjaga pernapasan, konsentrasi, dan kestabilan gerakan sambil tetap memberikan arahan selama pertandingan.

Untuk menunjang tugas tersebut, Peter menjalani latihan tambahan di luar program latihan reguler bersama Taufik.

Latihan itu diperlukan agar kemampuan fisiknya tetap memadai ketika mendampingi atlet dalam perlombaan tingkat internasional.

Meski memiliki kemampuan berlari cepat, Peter tidak diperbolehkan meninggalkan Taufik karena perannya adalah membantu atlet mencapai performa terbaik.

Taufik Karim Gagal Raih Emas karena Cedera Lama Kembali Kambuh

Taufik Abdul Karim sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih medali emas setelah tampil mengesankan pada babak penyisihan nomor 100 meter T11.

Dalam babak tersebut, Taufik berhasil mencatatkan waktu 11,30 detik sekaligus membukukan rekor perlombaan.

Catatan itu lebih cepat dibandingkan hasil yang diperolehnya pada pertandingan final.

Namun, kondisi fisik Taufik mengalami masalah setelah menyelesaikan babak penyisihan.

Cedera lama pada bagian kaki kembali terasa sehingga memengaruhi penampilannya ketika menghadapi pertandingan perebutan medali.

"Habis babak penyisihan ternyata kaki saya bermasalah," katanya.

Taufik mengaku sempat optimistis dapat merebut medali emas setelah melihat hasil yang diperolehnya pada babak sebelumnya.

Akan tetapi, kondisi kaki yang tidak sepenuhnya pulih membuatnya kesulitan mempertahankan catatan waktu terbaik.

Pada pertandingan final, Taufik menyelesaikan perlombaan dengan waktu 11,48 detik.

Sementara itu, Mohammed Ayade dari Irak berhasil mencapai garis finis dengan waktu 11,47 detik untuk memastikan medali emas.

Selisih waktu hanya 0,01 detik membuat Taufik harus puas menempati posisi kedua dan membawa pulang medali perak untuk Indonesia.

Tiga Bulan Berlatih Bersama, Taufik dan Peter Buktikan Kekompakan

Keberhasilan meraih medali perak menjadi pencapaian tersendiri bagi Taufik dan Peter yang baru dipasangkan sekitar tiga bulan sebelum Asian Para Games 2026.

Dalam waktu persiapan yang relatif singkat tersebut, keduanya harus membangun komunikasi dan menyesuaikan karakteristik gerakan masing-masing.

Proses latihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan, tetapi juga pada keselarasan langkah dan kemampuan menjaga posisi ketika berlari.

Peter harus mampu menyesuaikan diri dengan ritme Taufik tanpa mengganggu pergerakan atlet yang didampinginya.

Sebaliknya, Taufik mengandalkan arahan Peter untuk menjaga lintasan dan menentukan waktu yang tepat dalam meningkatkan kecepatan.

Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan keduanya bersaing dalam nomor 100 meter T11 di Nagoya.

Meskipun medali emas belum berhasil diraih, hasil pertandingan menunjukkan Taufik mampu bersaing dengan atlet terbaik Asia dengan selisih waktu yang sangat tipis.

Catatan 11,30 detik pada babak penyisihan juga menjadi salah satu pencapaian penting Taufik dalam keikutsertaannya pada Asian Para Games 2026.

Medali perak yang diraih di Nagoya sekaligus menjadi hasil dari latihan, komunikasi, dan koordinasi antara Taufik sebagai atlet utama dan Peter sebagai pelari pemandu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Buka Rekening 25 Juta Warga, Setiap Penerima Dapat Rp50 Ribu
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab atas Karhutla, Prabowo: Saya Cabut Izinnya
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
136 Prajurit TNI yang Beroperasi di Papua Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Angka-angka Fantastis Efek Narkoba 1,2 Ton di Aceh Jika Beredar di Masyarakat
• 21 menit laludetik.com
thumb
Menkeu Suahasil Lantik Sekjen Baru Gantikan Robert Marbun
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.