Topan Champi Ancam Taiwan, Hujan Ekstrem 900 Milimeter dan Ratusan Penerbangan Terdampak

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Gelombang tinggi menghantam pantai di Keelung, Taiwan utara, Kamis, 22 Oktober 2026, saat topan Champi mendekati daerah tersebut. (Sumber: AP Photo/Chiang Ying-ying)

TAIPEI, KOMPAS.TV - Topan Champi mengancam Taiwan dengan hujan ekstrem dan angin kencang. Otoritas setempat memperingatkan warga menjauhi kawasan pesisir dan pegunungan, sementara evakuasi dilakukan di sekitar bendungan longsor yang berisiko jebol akibat hujan deras.

Dampak badai juga meluas ke sektor transportasi. Sekitar 125 penerbangan di Taiwan dan lebih dari 100 penerbangan di Jepang dibatalkan, sehingga ribuan penumpang terdampak.

Mengutip dari laporan BBC, Jumat (23/10/2026), Champi diperkirakan membawa embusan angin hingga 173 kilometer per jam. Radius badai mencapai sekitar 320 kilometer dan diprakirakan memengaruhi sebagian besar wilayah Taiwan.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter akibat Siklon Tropis Champi

Topan Champi Ancam Taiwan dengan Hujan Ekstrem

Badan meteorologi Taiwan memperingatkan hujan deras dan angin kencang seiring mendekatnya Topan Champi. Wilayah pegunungan di Taiwan utara dan timur laut diperkirakan menerima curah hujan hingga 900 milimeter.

Menurut laporan tersebut, dampak cuaca terkuat diperkirakan berlangsung pada Jumat hingga Sabtu. Champi kemudian diprakirakan bergerak menjauhi Taiwan menuju Jepang selatan pada akhir pekan.

Kepala Central Weather Administration (CWA) Taiwan, Lu Kuo-chen, mengatakan Champi diperkirakan memengaruhi seluruh wilayah Taiwan sebelum bergerak menjauh pada 24-25 Oktober.

Perkiraan tersebut membuat otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang rentan terhadap banjir dan longsor.

Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai meminta masyarakat menghindari kawasan berisiko menjelang kedatangan Champi.

Peringatan terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir dan pegunungan. Kepala Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan, Cheng Chih-chiang, juga meminta pemerintah daerah di pesisir timur mengevakuasi penduduk yang tinggal di hilir bendungan longsor di Wanli Creek, Hualien.

Baca Juga: Badai Isaias Menguat Jadi Topan Kategori 2, Pasokan 1,3 Juta Barel Minyak per Hari Terdampak

Otoritas mengingatkan masyarakat agar tetap menjauhi kawasan pegunungan, aliran sungai, dan pantai, termasuk setelah Champi meninggalkan Taiwan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi bahaya susulan akibat hujan deras.

Salah satu kekhawatiran utama otoritas Taiwan adalah kondisi bendungan longsor di Wanli Creek, Hualien.

Perdana Menteri Cho Jung-tai menyebut bendungan tersebut menampung sekitar lima juta ton air pada Kamis pagi. Hujan deras yang dibawa Champi berpotensi meningkatkan risiko bendungan jebol.

Jika bendungan tersebut runtuh, wilayah di bagian hilir berpotensi menghadapi bahaya aliran air secara tiba-tiba. 

Lebih dari 200 Penerbangan di Taiwan dan Jepang Dibatalkan

Kedatangan Topan Champi turut mengganggu perjalanan udara dan transportasi di Asia Timur.

Di Taiwan, sekitar 125 penerbangan dibatalkan. Sebagian besar merupakan penerbangan domestik yang menghubungkan pulau utama dengan pulau-pulau kecil.

Baca Juga: Drone Kirim Bantuan ke Sekolah di Zhejiang yang Terkepung Banjir Imbas Topan Saudel

Sejumlah layanan kereta dan feri juga dihentikan. Selain itu, taman nasional dan objek wisata mengumumkan penutupan untuk mengantisipasi dampak badai.

Di Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan lebih dari 100 penerbangan domestik untuk periode Kamis hingga Minggu. Pembatalan tersebut diperkirakan berdampak terhadap sedikitnya 11.000 penumpang.

Otoritas dan operator transportasi di kawasan terdampak bersiap menghadapi kemungkinan gangguan lanjutan seiring perkembangan cuaca.

Setelah mendekati Taiwan, Champi diperkirakan bergerak ke arah utara. Jalur badai diprakirakan melewati dekat pesisir timur China sebelum menuju Jepang pada akhir pekan.

Kepulauan Okinawa dan Ishigaki di Jepang turut bersiap menghadapi angin kencang dan gelombang laut.

Pulau Jeju di Korea Selatan juga disebut sebagai salah satu wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan jalur badai.

Meski demikian, lintasan siklon tropis dapat berubah. Perkembangan posisi dan intensitas Champi perlu terus dipantau melalui informasi resmi otoritas meteorologi di masing-masing negara.

Champi menjadi salah satu badai tropis intens yang menjadi perhatian di kawasan Asia Timur.  

Baca Juga: Topan Dolphin Tutup Bandara Okinawa Jepang, Seluruh Penerbangan Dibatalkan

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Topan Champi
  • Taiwan
  • Jepang
  • hujan ekstrem
  • topan Asia
  • penerbangan dibatalkan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
136 Prajurit TNI Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa di Papua
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Bupati Blora: Santri pilar penjaga negeri menuju Indonesia emas
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Danantara Bidik Investasi US$30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Eskalator Stasiun Sudirman Diperbaiki, Antrean Penumpang Mengular
• 21 jam laludetik.com
thumb
OJK Harap Program Rekening Perbankan Gratis Tidak Berujung Jadi Akun Dormant
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.