PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan demonstrasi ilegal akan dilarang dalam beberapa hari mendatang. Sementara itu, kelompok terorganisasi, seperti serikat pekerja, akan ditawari jalur alternatif untuk menggelar demonstrasi guna melindungi tempat usaha.
Macron menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu dengan para pejabat intelijen dan menteri senior pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026 untuk membahas krisis tersebut, sebagaimana dilansir Indiana Today.
Dia juga mengungkap bahwa kelompok ultra-kiri yang "menghasut" serta para perusak berada di balik kerusuhan dan penjarahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Prancis pada Sabtu lalu.
Korban luka juga berjatuhan dari kalangan demonstran. Salah seorang peserta aksi bahkan dilaporkan kehilangan tangan akibat terkena granat pengendali massa yang dilemparkan polisi.
(Arief Setyadi )




