Pantau - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Jawa Barat, menggandeng insan media untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi penguatan fungsi kehumasan.
Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi media sebagai narasumber guna meningkatkan kemampuan jajaran imigrasi dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, menegaskan bahwa fungsi kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun citra institusi dan menjaga kepercayaan publik.
“Kehumasan bukan sekadar tugas tambahan, melainkan garda terdepan yang membentuk wajah institusi kita di mata masyarakat,” kata Henki melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, tanggung jawab komunikasi publik tidak hanya menjadi tugas petugas hubungan masyarakat, tetapi juga melekat pada seluruh pegawai yang memberikan pelayanan keimigrasian.
Imigrasi Sukabumi Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik yang TransparanHenki Irawan menjelaskan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi imigrasi.
Menurutnya, cara pegawai menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah.
Ia menilai komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan publik.
“Setiap informasi yang kita sampaikan, setiap respons yang kita berikan atas pertanyaan publik, dan setiap pelayanan yang kita berikan secara langsung maupun tidak langsung turut membangun citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Kantor Imigrasi Sukabumi,” ujarnya.
Henki juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat semakin membutuhkan akses informasi secara cepat dan terbuka.
Kondisi tersebut menuntut seluruh jajaran Kantor Imigrasi Sukabumi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dalam menjalankan tugas pelayanan.
Informasi mengenai kebijakan, prosedur, dan pelayanan keimigrasian harus disampaikan secara jelas agar mudah dipahami masyarakat.
Melalui penguatan fungsi kehumasan, Kantor Imigrasi Sukabumi berupaya meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik.
Gandeng Praktisi Media, Imigrasi Sukabumi Perkuat Fungsi KehumasanKantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi melibatkan praktisi media dalam kegiatan sosialisasi untuk memperkuat kemampuan komunikasi jajaran pegawai.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Pemimpin Redaksi voiceindonesia.co, Anton Sahadi.
Dalam pemaparannya, Anton menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara insan pers dan instansi pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang telah diverifikasi, terutama mengenai kebijakan dan regulasi keimigrasian.
Anton menilai hubungan antara media dan institusi pemerintah tidak seharusnya hanya dibangun ketika muncul persoalan atau situasi krisis.
Komunikasi yang rutin dinilai penting untuk memastikan informasi dapat disampaikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat.
“Kami mendorong terbangunnya koordinasi rutin melalui jalur komunikasi yang jelas dan responsif, sehingga tercipta ekosistem komunikasi publik yang proaktif,” ujar Anton.
Ia juga menekankan bahwa hubungan profesional antara media dan instansi pemerintah harus didasarkan pada akurasi, transparansi, serta kejelasan informasi.
Kolaborasi Media dan Pemerintah Diharapkan Cegah Kesimpangsiuran InformasiKerja sama antara Kantor Imigrasi Sukabumi dan insan media diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
Melalui komunikasi yang terbuka, informasi mengenai kebijakan dan pelayanan keimigrasian diharapkan dapat tersampaikan secara lebih mudah.
Anton menilai koordinasi yang berkelanjutan dapat membantu media memperoleh informasi resmi dari instansi pemerintah.
Di sisi lain, institusi pemerintah juga dapat memanfaatkan komunikasi dengan media untuk menjelaskan kebijakan dan regulasi kepada masyarakat.
Akurasi informasi menjadi perhatian penting agar masyarakat tidak menerima penjelasan yang keliru mengenai layanan keimigrasian.
Selain itu, keterbukaan informasi dinilai dapat mendukung terbentuknya hubungan yang profesional antara pemerintah dan insan pers.
Kantor Imigrasi Sukabumi menempatkan penguatan komunikasi publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, seluruh pegawai diharapkan semakin memahami perannya dalam menjaga citra institusi melalui pelayanan dan penyampaian informasi yang baik.
Kerja sama dengan media juga menjadi langkah Kantor Imigrasi Sukabumi untuk memperkuat transparansi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian.




