Jakarta, VIVA – Melihat perseteruan yang terjadi antara Sarwendah dan Ruben Onsu semakin memanas, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memberikan peringatan agar memperhatikan kondisi anak-anak mereka.
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait meminta agar Ruben dan Sarwendah mengingat dan memikirkan kondisi psikis anak-anak mereka.
Bahkan ia menyebut kini anak-anak Ruben dan Sarwendah terindikasi mengalami tekanan psikis.
"Orang tua adalah guru pertama dan terutama bagi anak. Esensinya guru itu adalah sosok yang layak untuk patut ditiru," ujar Agustinus kepada awak media, dikutip Kamis (22/10/2026).
"Kalau ini terus terjadi, dia akan bawa luka batinnya sampai mereka dewasa, menikah," sambungnya.
Agustinus menyebut kini pihaknya sudah mengantongi hasil asesmen anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah.
"Tolong hentikan dari sekarang untuk membela salah satu pihak karena ada anak-anak yang harus kita perhatikan. Dan terbukti, kami sudah menyimpan hasil asesmen anaknya. Kami bawa tenaga ahli psikolog dan sekali lagi, kami tidak minta, kami menggratiskan biaya asesmennya," ungkapnya.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) beri peringatan keras ke Ruben Onsu setelah dituding berada di pihak Sarwendah di tengah huru-hara yang berlangsung.
Komnas PA mengaku hanya ingin menjadi penengah atas perseteruan Sarwendah dan Ruben itu justru kini diserang netizen.
Diketahui, Sarwendah memang sebelumnya melaporkan persoalan hak asuh anaknya dengan Ruben Onsu ke Komnas PA.
Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait merespons soal tudingan yang diterima lembaganya dalam konferensi pers pada Rabu (21/10/2026).
"Semenjak press conference yang lalu akun sosmed kita banyak diserang dengan komen-komen yang sangat menyudutkan," katanya kepada awak media, dikutip Kamis (22/10/2026).
Ia menyebjt tudingan berpihak ke Sarwendah itu bermula saat ia memuji Pablo Benua yang merupakan kuasa hukum Sarwendah.
"Direspons sama RO sendiri bahwa kami dianggap berpihak dengan memperlihatkan video saya memuji Pablo," ungkapnya.
"Kayaknya terlalu dangkal penilaiannya hanya dengan melihat video statement saya. Siapapun yang punya statement anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya, pasti kami apresiasi," beber Agustinus.





