Kisah Timnas Difilmkan, Egy Maulana Vikri: Hal yang Tak Terbayangkan Sejak Kecil

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Perjuangan skuad Garuda menembus panggung dunia kini terekam dalam film dokumenter The Longest Wait. Penyerang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, mengaku bangga melihat dinamika timnya diabadikan ke dalam sebuah karya layar lebar.

Pemain berusia 26 tahun ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari generasi yang perjuangannya diabadikan.

"Yang pasti saya sangat bangga dan sangat senang berada di tim ini, apalagi kami dibuatkan film seperti ini. Itu suatu hal yang tidak terbayangkan ketika kita masih kecil dulu sampai saat ini," ujar Egy kepada kumparan di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Meski kamera mengikuti hampir setiap gerak-gerik pemain, mulai sesi latihan hingga masa karantina, Egy menyebut para penggawa Timnas tetap membatasi diri agar tidak terdistraksi. Fokus mereka tetap tertuju pada performa di lapangan hijau.

"Kami bukan tidak peduli, tapi ya fokus dengan tujuan kita bermain. Jadi para bapak-bapak (tim produksi) ini malah yang enggak kelihatan pada akhirnya, mereka ada di belakang kita. Jujur, kami enggak tahu apa saja yang ada di film ini nantinya. Tapi dari yang saya lihat di trailer, wow, ternyata banyak momen behind the scene yang kita sendiri enggak tahu," tutur Egy.

Egy menambahkan, interaksi pemain dan kru dokumenter berjalan secara profesional tanpa saling mengganggu ritme kerja masing-masing.

"Kami tahu mereka ada. Mereka punya pekerjaan, kami punya pekerjaan. Jadi kami saling support each other. Dua-duanya saling connected dan bekerja profesional fokus dengan tujuannya masing-masing," ucap Egy.

Skuad Timnas Indonesia saat ini diisi oleh pemain dengan latar belakang yang sangat beragam, mulai dari talenta kompetisi domestik hingga naturalisasi.

Kendati demikian, Egy menegaskan bahwa ruang ganti Garuda selalu disatukan oleh komitmen yang sama.

"Berada dalam kebersamaan dengan pemain-pemain ini sangat menyenangkan. Apalagi kami berbeda-beda, tetapi kami mempunyai tujuan dan kebanggaan yang sama, yaitu untuk membela Indonesia dan membuat Indonesia bangga," tegas Egy.

Bagi Egy, perselisihan emosi antar-pemain yang tersaji di proyek dokumenter tersebut, adalah hal lumrah dalam atmosfer kompetisi.

"Itu hal yang biasa. Tapi kalau momen ademnya, ya bagaimana ketika biasa tuh ada adu mulut, berantem, dan lain-lain, kami tetap kembali lagi. Ketika ada pemain berada tidak di jalur yang tepat, setelah itu kembali lagi dan menarik semuanya untuk ke jalur yang sama. Hal-hal seperti itu yang membuat tenang, bagaimana tim ini terus bekerja bersama di jalur yang sama," tutup Egy.

The Longest Wait jadi film dokumenter olahraga berdurasi 93 menit yang disutradarai Sam Christopher Webb dan diproduksi bersama oleh Fremantle Indonesia serta Beach House Pictures.

Film berbahasa Indonesia dan Inggris ini menyoroti perjalanan panjang Timnas Indonesia dalam mengejar mimpi kembali ke putaran final Piala Dunia sejak penampilan perdana pada 1938.

Melalui akses personal yang belum pernah diungkap sebelumnya, dokumenter ini mengupas perjuangan para pemain menghadapi tekanan, pengorbanan, dan ekspektasi publik, sekaligus merajut persatuan di tengah perbedaan.

The Longest Wait dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masuk Mode Bertahan, Bahlil Ancam Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tak Hargai RI
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sentilan Prabowo Cari Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD 2026: Paling Dekat Kok Malah Enggak Hadir
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Klasemen Asian Para Games 2026: Indonesia Bayangi Kazakhstan dalam Usaha Jauhi Malaysia
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Jordan Wilson Mengagumi Megawati Sejak Lama, Kombinasi Keduanya Bakal Menyulitkan Altos
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Tragedi Kecelakaan Kapal Terus Berulang, Kenapa?
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.