Apresiasi Kapolda Jateng Temui Demonstran, Sahroni: Polisi Bersama Masyarakat Tak Hanya Slogan

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Roy Hardi Siahaan yang turun langsung tanpa pengawalan menemui mahasiswa demonstran di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan.

Diketahui bahwa aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Semarang Raya pada Kamis (22/10/2026), terkait evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

BACA JUGA: Sahroni Apresiasi Polisi Bebaskan 6 Aktivis Greenpeace yang Beraksi di Bundaran HI

Irjen Roy Hardi Siahaan saat itu menemui massa dan mengajak mahasiswa menjaga ketertiban serta menegaskan komitmen Polri menghormati hak menyampaikan pendapat dengan pendekatan humanis dan persuasif.

Menurut Sahroni, Polri harus menjadi garda terdepan yang menjamin kebebasan berpendapat, sesuai slogan "Polisi Bersama Masyarakat".

BACA JUGA: Rincian Uang Korupsi Jalan di Sumut yang Diterima 8 Tersangka

"Saya mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Jateng kepada massa aksi. Ini wujud nyata slogan pak Kapolri, yaitu polisi bersama masyarakat," kata Sahroni di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Sahroni pun terkesan lantaran Irjen Roy menemui massa tanpa pengawalan, tanpa suara tinggi, dan betul-betul hanya memberikan pengarahan agar massa aksi berunjuk rasa secara damai.

BACA JUGA: 2 Prajurit TNI Diduga Terlibat Korupsi Dana Bencana BNPB, Ini Kata Brigjen Muhammad Nas

"Beginilah seharusnya, polisi harus menjadi garda terdepan penjamin kebebasan berpendapat. Karena kalau pendekatannya baik, massa aksi juga pasti tertib dan damai. Semua orang berhak menyuarakan pendapat, dan itu dijamin oleh UU," tutur Sahroni.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga berharap semua daerah menerapkan pendekatan yang sama kepada massa aksi di wilayahnya masing-masing.

"Tidak perlu ada tindakan berlebih, terutama untuk aparat di lapangan. Jika ada demo menyuarakan pendapat, biarkan saja, itu hak warga negara. Tidak boleh dilarang dan tidak boleh mendapat represi. Semua sama-sama berharap untuk kebaikan negeri," kata Sahroni.(Fat/JPNN)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri ATR Nusron 2 Kali Absen Panggilan, KPK: Dievaluasi Tim Penyidik
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Dedi Mulyadi Absen saat Dicari Prabowo di Rakornas
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Kenapa Ada Orang yang Suka Film Horor? Simak 4 Alasan dari Sisi Psikologi
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ken Swagumilang dan Teodora Audi Raih Perak Asian Para Games 2026, Indonesia Kalah Tipis dari India di Final
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Bukan di Pangkalan, Jet Tempur F-16 Lepas Landas dari Jalan Tol
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.