Imanuel Kristoper Bayu Prakoso, sopir Toyota Hiace yang membawa rombongan suporter PSS Sleman dan mengalami kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono KM 616+200 jalur A, wilayah Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, ditetapkan sebagai tersangka.
Kecelakaan yang melibatkan minibus Toyota Hiace dan truk itu terjadi pada Minggu (18/10). Insiden tersebut menewaskan empat penumpang yang tengah dalam perjalanan dari Sleman menuju Surabaya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Andika Cahyono membenarkan penetapan tersangka tersebut.
"Betul," kata Andika kepada kumparan, Jumat (23/10).
Andika mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan analisis tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan perangkat Traffic Accident Analysis (TAA).
"Yang sampai sekarang ini masih kami dalami. Karena ini kami juga masih menunggu hasil lab dan olah TKP menggunakan alat TAA (Traffic Accident Analysis)," ujar Andika.
"Semoga dari hasil lab dan hasil olah TKP dengan alat TAA bisa sebagai bukti pendukung dan nantinya kita bisa memastikan sebab dari kecelakaan tersebut," lanjutnya.
Ditemukan Alkohol di Dalam KendaraanAndika mengungkapkan, polisi menemukan minuman beralkohol yang dikemas dalam botol tradisional di dalam kendaraan tersebut.
"Memang benar adanya di kendaraan tersebut kami temukan minol yang di mana masih dalam botolan tradisional," jelas Andika.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah sopir mengemudi di bawah pengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi.
Andika mengatakan, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendalami keberadaan minuman beralkohol tersebut serta kejadian selama perjalanan.
"Terkait dengan hal tersebut kami juga sudah memintai keterangan dari para saksi terkait keberadaan barang tersebut dan apa saja yang terjadi di dalam selama perjalanan, akan tetapi kami tidak berhenti di situ," imbuhnya.
Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel urine sopir. Andika belum dapat membeberkan hasil tes tersebut karena pemeriksaan masih berlangsung.
"Nah itu kami juga masih menunggu karena hasil lab belum keluar atau belum jadi," katanya.





