Dipermalukan PSM Makassar, Kekuatan Persebaya Surabaya Belum Cukup Bersaing di Jalur Juara Bersama Persija dan Persib

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, PAREPARE — PSM Makassar akhirnya menjadi tim pertama yang menghentikan langkah Persebaya Surabaya di Super League 2026/2027 setelah Juku Eja menang tipis 1-0 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026).

Gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-73 menjadi pembeda dalam pertandingan pekan keenam yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena PSM harus bertahan dengan sepuluh pemain pada penghujung laga, sementara Persebaya memiliki peluang emas menyamakan kedudukan melalui titik putih.

Namun, kesempatan tersebut terbuang setelah Alex Martins Ferreira gagal menaklukkan Muh Ardiansyah yang tampil sebagai penyelamat Juku Eja.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan rekor belum terkalahkan Persebaya dalam lima pertandingan awal Super League musim ini.

Green Force sebelumnya mengoleksi dua kemenangan dan tiga hasil imbang, tetapi perjalanan positif tersebut akhirnya terhenti di Parepare ketika menghadapi PSM.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi meski kedua kesebelasan kesulitan menciptakan peluang bersih pada babak pertama.

Persebaya mencoba mengambil inisiatif sejak awal melalui serangan yang dibangun dari lini tengah.

Diogo Ramalho menjadi pemain pertama yang memberikan ancaman ketika pertandingan baru berjalan dua menit setelah menerima peluang dari Rachmat Irianto.

Namun, percobaan Ramalho masih melenceng dari sasaran sehingga belum membuat gawang PSM yang dikawal Muh Ardiansyah berada dalam bahaya.

Rachmat Irianto kemudian harus menerima kartu kuning pada menit ke-15 setelah melakukan pelanggaran dalam perebutan bola.

PSM mulai menemukan ritme permainan setelah melewati fase awal dan perlahan memberikan tekanan kepada pertahanan Green Force.

Lars Veldwijk memperoleh peluang pada menit ke-21 setelah menerima bola dari Victor Luiz, tetapi tembakannya masih bisa diamankan pertahanan Persebaya.

Tiga menit kemudian, Luka Bulatovic juga mendapatkan kesempatan setelah menerima peluang yang dibangun Rizky Eka.

Namun, tembakannya masih mampu diblok pemain bertahan Persebaya sehingga skor tetap 0-0.

PSM kembali memberikan ancaman melalui Victor Luiz pada menit ke-34 dengan tembakan yang mengarah ke gawang.

Percobaan tersebut menjadi salah satu peluang terbaik Juku Eja pada babak pertama, tetapi belum cukup untuk mengubah kedudukan.

Memasuki menit ke-40, Fahrul Aditia mencoba memanfaatkan peluang yang diciptakan Sergio Aguero, tetapi tembakannya kembali terhalang pemain belakang Persebaya.

Green Force kemudian memberikan respons melalui Yann Mabella pada menit ke-41, tetapi upayanya juga masih mampu diblok.

Hingga tambahan waktu babak pertama selesai, kedua tim harus puas meninggalkan lapangan dengan skor kacamata.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan berlangsung relatif seimbang karena PSM dan Persebaya sama-sama mampu menciptakan peluang, tetapi tidak memiliki penyelesaian akhir yang cukup tajam.

Memasuki babak kedua, Persebaya langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Toni Firmansyah menggantikan Rachmat Irianto dan Alex Martins menggantikan Diogo Ramalho.

Pergantian tersebut memberikan energi baru bagi lini serang Green Force yang membutuhkan gol untuk memecah kebuntuan.

Toni langsung memberikan ancaman pada menit ke-49 melalui tembakan tepat sasaran setelah memanfaatkan peluang dari Gledson Paixao.

Namun, Muh Ardiansyah masih mampu mengamankan bola dan menjaga gawang PSM tetap bersih.

Juku Eja kemudian merespons dengan mengganti Sergio Aguero dengan Resky Fandi pada menit ke-55 untuk menjaga keseimbangan lini tengah.

Resky langsung memberikan kontribusi dengan menciptakan peluang bagi Rizky Eka pada menit ke-61, meski penyelesaian akhirnya masih melebar.

Pada menit yang sama, Persebaya memperoleh kesempatan melalui Alex Martins yang mencoba membawa tim tamu unggul lebih dahulu.

Namun, tembakan penyerang Green Force belum menemui sasaran dan peluang tersebut kembali terbuang.

Persebaya kemudian meningkatkan agresivitas dengan memasukkan Francisco Rivera dan Saddil Ramdani pada menit ke-63.

Rivera menggantikan Ricky Pratama, sementara Saddil mengambil posisi Yann Mabella untuk menambah variasi serangan dari sisi lapangan.

Pergantian tersebut membuat Persebaya semakin berani menekan karena Green Force membutuhkan gol untuk menjaga rekor positif mereka.

Namun, ketika Persebaya tengah berusaha membangun momentum, justru PSM yang mendapatkan keuntungan terbesar.

Pada menit ke-73, Juku Eja akhirnya memecah kebuntuan melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes.

Berawal dari serangan PSM menuju kotak penalti Persebaya, bola yang datang ke area berbahaya gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Yuran.

Antisipasi bek asal Cape Verde tersebut justru membuat bola berubah arah dan masuk ke gawang sendiri.

M Reza yang berada di bawah mistar Persebaya tidak mampu menghentikan bola sehingga PSM unggul 1-0.

Gol tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan karena Persebaya dipaksa bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan.

Sementara itu, PSM mulai bermain lebih pragmatis dengan menjaga organisasi pertahanan dan mencari kesempatan melalui serangan balik.

Green Force mencoba merespons melalui Gledson pada menit ke-78 setelah mendapatkan peluang dari Alex Martins.

Namun, tembakannya masih melebar dan kembali menggagalkan upaya Persebaya untuk menciptakan gol penyama.

Saddil Ramdani kemudian menjadi salah satu pemain yang paling aktif memberikan ancaman pada fase akhir pertandingan.

Pada menit ke-85, Saddil melepaskan tembakan tepat sasaran yang memaksa pertahanan PSM bekerja lebih keras.

Semenit kemudian, Saddil kembali mendapatkan peluang setelah menerima umpan Rivera, tetapi tembakannya mampu diblok pemain bertahan Juku Eja.

PSM kemudian melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Navarone Foor menggantikan Stefan Jevtoski pada menit ke-86.

Agung Mannan juga masuk menggantikan Nenad Lalic semenit kemudian untuk memperkuat pertahanan tuan rumah.

Keputusan tersebut menjadi penting karena PSM harus menghadapi tekanan besar Persebaya pada menit-menit akhir.

Drama kemudian terjadi ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu.

Persebaya mendapatkan hadiah penalti setelah wasit melakukan peninjauan VAR dan memutuskan terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti PSM.

Alex Martins maju sebagai eksekutor dengan peluang besar menyelamatkan Persebaya dari kekalahan.

Namun, Muh Ardiansyah tampil luar biasa dengan membaca arah bola dan menggagalkan tendangan penalti tersebut.

Penyelamatan itu membuat PSM tetap mempertahankan keunggulan 1-0 sekaligus menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan.

Situasi PSM semakin sulit setelah Agung Mannan menerima kartu merah pada menit ke-90+2.

Toni Firmansyah juga mendapatkan kartu kuning pada menit ke-90, sedangkan Ardiansyah menerima kartu kuning pada menit ke-90+7 ketika pertandingan memasuki penghujung waktu.

Meski harus bermain dengan sepuluh pemain, PSM mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Peluit panjang pun memastikan Juku Eja mengamankan kemenangan 1-0 atas Persebaya Surabaya.

Bagi PSM, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi hasil penting karena mampu menghentikan tim yang datang ke Parepare tanpa kekalahan dalam lima pertandingan sebelumnya.

Sementara bagi Persebaya, kekalahan ini menjadi pukulan setelah Green Force gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan penalti pada penghujung laga.

Ironisnya, PSM tidak perlu mencetak gol melalui pemainnya sendiri untuk memenangkan pertandingan karena kesalahan Yuran Fernandes justru menjadi penentu hasil akhir.

Muh Ardiansyah kemudian melengkapi kemenangan tersebut dengan penyelamatan penalti Alex Martins yang memastikan gawang Juku Eja tetap tidak kebobolan.

Pada akhirnya, PSM berhasil “mengubur” ambisi Persebaya membawa pulang poin dari Parepare sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Green Force pada musim 2026/2027.

Pertandingan ini juga menjadi kemenangan penting bagi Darije Kalezic dalam duel taktik melawan Bernardo Tavares yang pernah membawa PSM meraih kesuksesan di masa lalu.

Di Stadion Gelora B.J. Habibie, kenangan Tavares bersama Juku Eja akhirnya harus berhadapan dengan kenyataan pahit setelah mantan klubnya justru menjadi tim yang menghentikan rekor positif Persebaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anti Miskin! 18 Perusahaan Batu Bara RI Ini Untung Besar-besaran
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Akal-akalan Produsen Beras Fortifikasi Klaim Bergizi Padahal Bodong
• 20 jam laludetik.com
thumb
BRI Siap Buyback Saham, Bukti Optimisme terhadap Fundamental dan Prospek Jangka Panjang
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Xinhua Silk Road: Ajang Pengadaan Barang di Linyi Trade City Segera Digelar, 2.000 Buyer Asing Diperkirakan Hadir
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Waka Komisi IX DPR Usul Dapur MBG Pemicu Keracunan Harus Ditutup Permanen
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.