Jakarta, VIVA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan kebahagiaannya karena masih merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pengungkapan kasus dugaan penyelundupan satu ton ketamine yang diangkut kapal MT Global 168 di Perairan Belawan, Sumatra Utara (Sumut).
Di hadapan sejumlah pejabat daerah dan pejabat utama Mabes Polri, Suyudi membuka sambutannya dengan menyinggung dua jabatan yang kini diembannya. Kegiatan pengungkapan kasus tersebut berlangsung di Belawan pada Jumat (23/10/26).
"Saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus juga sebagai Kepala BNN," kata Suyudi.
Dalam kesempatan itu, Suyudi turut menyoroti persoalan narkoba di Sumatera Utara. Dia memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), provinsi tersebut berada di posisi nomor satu terkait kasus tindak pidana narkoba.
Meski menempati posisi tersebut, Suyudi meminta jajarannya tidak berkecil hati. Dia menilai, banyaknya pengungkapan kasus juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran barang terlarang tersebut.
"Tapi jangan kecil hati, walaupum nomor satu tapi pengungkapannya juga banyak juga," ujar Suyudi.
Dia mengingatkan, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Upaya pencegahan harus diperkuat untuk memutus rantai peredaran narkoba sejak dari hulu.
"Jangan kecil hati dengan data, data biasa tapi yang paling penting langkah-langkah kita hadapi narkoba harus terus. Dari hulunya pencegahannya," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Operasi gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai mengungkap temuan narkotika jenis ketamine seberat 1 ton di Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara.
Kapal yang mengangkut barang bukti tersebut kini telah diamankan dan disandarkan di pelabuhan. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Kristian Siagian, membenarkan adanya operasi gabungan tersebut.
Operasi melibatkan sejumlah unsur untuk mengungkap peredaran narkotika melalui jalur laut. ”Betul, joint operation oleh Bareskrim, BNN, Bea Cukai, Pol Air Baharkam (ungkap 1 ton ketamine),” kata dia, Rabu (21/10/26).





