REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia pendidikan di Indonesia kedatangan fasilitas belajar berstandar internasional. Pada Selasa (20/10/2026), SIS Group of Schools merayakan pembangunan kampus terbarunya melalui seremoni topping-off SIS BSD Hiera di Tangerang.
Momen ini sekaligus menandai telah rampungnya struktur utama bangunan fisik kampus yang direncanakan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran 2027/2028. Berlokasi strategis di kawasan Hiera BSD City, kampus baru ini dipersiapkan untuk melayani jenjang pendidikan Preschool dan Primary, dengan memadukan kurikulum berstandar internasional serta lingkungan belajar yang mengedepankan kepedulian mendalam terhadap perkembangan akademik maupun pribadi setiap siswanya.
Baca Juga
Mensos Targetkan 500 Gedung Permanen Sekolah Rakyat dalam 4 Tahun
Siswa di DKI Senang Sekolah Direnovasi, Kini Belajar Lebih Nyaman
Budaya Riset Perlu Dibangun Sejak Bangku Sekolah
SIS Group of Schools yang telah berkecimpung di dunia pendidikan selama tiga dekade sejak didirikan pada 1996. Selama kurun waktu tersebut, jaringan pendidikan ini memiliki 17 lokasi yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, India, Myanmar, dan Korea Selatan.
Melalui SIS BSD Hiera, pengalaman kolektif global ini akan dibawa langsung ke tengah-tengah keluarga di kawasan BSD dan sekitarnya melalui pertukaran pengetahuan serta praktik pengajaran terbaik antar pendidik. Siswa pun akan diperkenalkan pada keragaman budaya dan perspektif global sejak usia dini, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang terbuka, mudah beradaptasi, serta memiliki rasa percaya diri tinggi untuk berkolaborasi di dunia yang kian terhubung.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Perwakilan SIS Group of Schools, Andrew Paterson, menyampaikan pandangannya secara mendalam mengenai esensi pendidikan yang dihadirkan.
Dia mengatakan, berbekal pengalaman selama 30 tahun, SIS terus meyakini bahwa setiap anak dapat berkembang ketika pendidikan dijalankan dengan kepedulian. Di SIS BSD Hiera, para guru akan mewujudkan keyakinan ini melalui hubungan yang bermakna, pendampingan yang penuh perhatian, serta dorongan yang menghargai kekuatan dan potensi unik setiap anak.
"Selain membangun fondasi akademik yang kuat, kami ingin siswa mengembangkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi, kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapat, serta karakter untuk memahami dan peduli terhadap orang lain," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.
Dia mengatakan, sebagai bagian dari jaringan SIS, siswa juga akan memiliki kesempatan untuk mengenal beragam budaya, perspektif, dan pengalaman yang membantu mereka membangun pemahaman lintas budaya. "Seiring dengan hadirnya pendekatan SIS di BSD, kami berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang dengan keluarga dan menciptakan komunitas yang peduli, tempat setiap anak merasa didukung, dihargai, dan diberdayakan untuk mencapai potensi terbaiknya,” ujar Andrew.