Harga CPO Menanjak Terus, Pengusaha Sawit Senyum-Senyum

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah ditutup di zona hijau pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini ditopang penguatan harga minyak kedelai di pasar global, sekaligus membuka peluang CPO mencatatkan penguatan selama tiga pekan berturut-turut.

Pada perdagangan Kamis (22/10/2026), harga CPO ditutup menguat 0,52% ke posisi MYR4.792 per ton, dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di MYR4.767 per ton.

Penguatan berlanjut pada Jumat (23/10/2026). Berdasarkan data Refinitiv sekitar pukul 11.00 WIB, harga CPO tercatat di posisi MYR4.816 per ton, naik 0,50% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Melansir Reuters, kenaikan harga minyak kedelai turut menopang CPO. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, China, menguat 1,78%, sementara minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat (AS), naik 0,55%. Sebaliknya, kontrak minyak sawit di Dalian melemah 0,19%.

Pergerakan harga CPO cenderung mengikuti minyak nabati lainnya karena komoditas tersebut saling bersaing dalam memenuhi permintaan pasar minyak nabati global.

Selain minyak kedelai, peningkatan permintaan ekspor turut menjadi sentimen positif bagi pasar CPO.

Berdasarkan laporan perusahaan survei kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-20 Oktober 2026 diperkirakan melonjak 58,5% hingga 78,4% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Harga Minyak Dunia dan Biodiesel Ikut Mendukung

Harga minyak Brent pada Kamis (22/10/2026) mencapai level tertinggi sejak Mei setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak mentah dapat meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Harga energi fosil yang lebih tinggi berpotensi memperbaiki daya saing biodiesel, sehingga turut menopang permintaan minyak sawit dari sektor energi.

Dari sisi prospek, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga CPO akan bertahan di atas MYR4.600 per ton pada November 2026.

Proyeksi tersebut ditopang penguatan permintaan ekspor, konsumsi biodiesel yang tetap tinggi, serta penurunan produksi musiman.

MPOC juga memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia akan terus menyusut pada November 2026 hingga Februari 2027 seiring penurunan produksi. Kondisi ini berpotensi memperketat pasokan dan memberikan dukungan tambahan bagi harga CPO dalam beberapa bulan mendatang.

Waspada Koreksi Jangka Pendek

Meski sentimen fundamental masih cenderung positif, pergerakan harga CPO tetap dibayangi risiko koreksi teknikal.

Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan harga CPO berpotensi kembali menguji level support MYR4.736 per ton karena fase koreksi dari level MYR4.852 per ton dinilai belum selesai.

Menurut analisisnya, apabila harga menembus MYR4.773 per ton, tekanan jual berpotensi membawa CPO menuju kisaran MYR4.706-4.773 per ton.

Sementara itu, level MYR4.836 per ton menjadi salah satu area resistansi penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

(slm/slm)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Tibet tewaskan 16 orang, 54 lainnya terluka
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
6 Kado Spesial untuk Santri Jateng di HSN 2026: Beasiswa hingga Pesantren Aman
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Beras Rp17,55 Triliun Hingga BSU Rp300 Ribu, Ini Daftar Stimulus Pemerintah Senilai Rp31 Triliun
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Suyudi Girang Rangkap Jabatan Jadi Kapolri dan Kepala BNN saat Rilis Satu Ton Narkoba di Sumut
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Blora: Santri pilar penjaga negeri menuju Indonesia emas
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.