JAKARTA, DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengandalkan program Pesantren Obah untuk meningkatkan kualitas pendidikan santri sekaligus mempersiapkan generasi pesantren menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
Program ini diperkuat dengan pemberian beasiswa kepada sekitar 480 santri, pelatihan teknologi digital, hingga peningkatan perlindungan dari kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penguatan kualitas sumber daya manusia pesantren menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menerjemahkan semangat Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”.
Menurutnya, santri masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Mereka juga perlu memiliki keterampilan teknologi, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta kesempatan mengakses pendidikan tinggi dan pemberdayaan ekonomi.
BACA JUGA: Peringati Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren
Taj Yasin menjelaskan, Pesantren Obah dirancang untuk memperkuat sistem pendidikan pesantren melalui berbagai pelatihan keterampilan yang belum tersedia dalam pembelajaran reguler.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh santri agar dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
“Program tersebut mencakup yang pertama adalah pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh santri yang di pesantren belum ada, dan menguatkan pendidikan-pendidikan yang ada di pesantren untuk semakin dikenal oleh masyarakat dan diterapkan di masyarakat,” kata Taj Yasin dalam keteranganyadi Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
Salah satu perhatian utama Pemprov Jateng adalah meningkatkan kemampuan santri dalam memanfaatkan media digital dan teknologi informasi.
BACA JUGA: Hari Santri 2026, Supian Suri Minta Santri Depok Kuasai Teknologi dan Kewirausahaan
Melalui pelatihan tersebut, santri didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memproduksi konten positif, termasuk menyampaikan pesan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguasaan teknologi dinilai penting agar lulusan pesantren memiliki daya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, akhlak, dan tradisi keilmuan Islam.
Selain pelatihan keterampilan, Pemprov Jawa Tengah memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi santri melalui program beasiswa.
Taj Yasin menyebutkan, sekitar 480 santri telah mendapatkan fasilitasi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, baik kampus berbasis pesantren maupun perguruan tinggi umum di Jawa Tengah.
Kesempatan pendidikan juga dibuka hingga ke luar negeri. Salah satunya melalui fasilitasi pendidikan santri di Universitas Al-Azhar, Mesir, untuk menempuh bidang kedokteran.
- 1
- 2
- 3
- »





