Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut tengah mengevaluasi lima izin usaha pertambahan yang disorot oleh presiden Prabowo. Adapun kelimanya tersebar di wilayah NTB hingga Papua.
"Itu ada di NTB kemudian ada juga di Papua dan beberapa daerah lagi," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu terkait dengan komoditas dari kelima konsesi tersebut meliputi tembaga dan emas.
Sebelumnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026, Kamis (22/10) kemarin, presiden Prabowo sempat menyorot terkait dengan lima area konsesi di Indonesia. Kelima area itu memiliki nilai cadangan mineral (proven reserves) yang diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun.
Presiden juga mengingatkan jajarannya di kementerian dan lembaga untuk tidak terlalu mudah memberikan izin konsesi/izin usaha pertambangan (IUP) kepada perusahaan-perusahaan.
"Sebagai contoh, baru saja saya menerima laporan bahwa ada lima (area) konsesi, lima IUP, dari sekian ratus IUP, lima IUP memiliki cadangan proven, yang didasarkan atas studi cadangan JORC namanya, nilainya itu Rp5.400 triliun, 300 miliar dolar (AS), (dari) lima konsesi," kata Presiden Prabowo.
Dari temuan di lima area konsesi itu, Prabowo yakin Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Oleh karena itu, kekayaan negara harus segera dikuasai agar tidak jatuh kepada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
"Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Jadi kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu, dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya, banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan," kata Prabowo. (ANT)





