Mengintip Pabrik Luxeed di China, Sejam Bisa Produksi 60 Unit Mobil

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Wuhu, CNBC Indonesia - Pabrik mobil mewah asal China, Luxeed, mengandalkan dominasi robot dalam proses produksinya. Sejumlah pekerjaan yang biasanya membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pengelasan bodi hingga pemasangan sunroof sudah dikerjakan dengan bantuan robot. Namun, bukan berarti seluruh proses produksi berlangsung tanpa campur tangan manusia.

CNBC Indonesia dan beberapa media lainnya dari Indonesia berkesempatan melihat langsung proses produksi pabrik yang berlokasi di Wuhu, Provinsi Anhui, China. Dengan dukungan teknologi manufaktur pintar, kapasitas produksi dirancang mencapai 300.000 kendaraan per tahun.

Baca: Test Drive Brand Mewah Luxeed: Bisa Ngebut di Atas 250 Km/Jam

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah area pengelasan bodi atau welding workshop. Di area ini, ratusan robot bekerja untuk menyambungkan bagian-bagian logam yang nantinya membentuk kerangka mobil. Proses pengelasan tertentu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu menit.


Meski sudah mengandalkan otomatisasi, manusia masih dibutuhkan untuk mendukung jalannya produksi. Tercatat sekitar 200 pekerja terlibat di bagian pengelasan, berdampingan dengan sistem robotik yang menangani pekerjaan secara berulang dengan tingkat presisi tinggi. Kombinasi ini menjadi bagian dari upaya pabrik menjaga kecepatan sekaligus konsistensi hasil produksi.

Mengintip pabrik Luxeed di Wuhu, Anhui, China. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Dalam operasionalnya, fasilitas ini menerapkan dua shift kerja setiap hari, dengan masing-masing shift berlangsung selama 8 jam. Artinya, total waktu produksi yang dicatat mencapai 16 jam sehari, bukan beroperasi penuh selama 24 jam. Dengan kecepatan lini sekitar 60 unit per jam, kapasitas teoritisnya bisa mencapai 960 unit selama 16 jam, meski angka produksi aktual bergantung pada kelancaran operasional dan kebutuhan produksi.

Di bagian perakitan, pemanfaatan robot juga terlihat ketika bodi mobil mulai disatukan dengan komponen lainnya. Robot pengangkat digunakan untuk memindahkan bodi kendaraan, termasuk ketika proses pemasangan komponen utama dilakukan. Sementara itu, pemasangan jok yang membutuhkan posisi presisi turut dibantu oleh sistem robotik.

Teknologi otomatisasi juga digunakan saat pemasangan sunroof. Robot tidak sekadar memasang komponen tersebut, tetapi dilengkapi sistem untuk mendeteksi posisi sunroof agar pemasangannya sesuai dengan titik yang telah ditentukan. Proses ini penting untuk menjaga akurasi pemasangan sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam perakitan.

Setelah tahapan pemasangan komponen utama, proses produksi berlanjut ke bagian bawah kendaraan. Ban dipasang sebelum sasis dan komponen terkait diselesaikan sesuai urutan di lini produksi. Setiap tahapan dirancang agar kendaraan dapat berpindah dari satu proses ke proses berikutnya tanpa menghambat alur kerja secara keseluruhan.

Fasilitas Luxeed ini juga disiapkan untuk memproduksi kendaraan dengan konfigurasi setir kanan yang dibutuhkan pasar ekspor. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa lini produksi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumen China, tetapi juga mendukung rencana ekspansi ke pasar internasional. Fleksibilitas produksi menjadi penting bagi merek yang tengah memperluas jangkauan bisnisnya.

Baca: Alphard Bisa Ketar-Ketir, Ini Spek Luxeed Llounge yang Mau Masuk RI

Pabrik ini mendukung produksi sejumlah model Luxeed, termasuk sedan S7, SUV R7 dan RX, serta MPV V9. Dalam pengembangan mereknya, Luxeed juga memperkenalkan LLounge dan Stormax ke pasar global sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan kendaraan premium. Beragam model tersebut membutuhkan lini produksi yang mampu menyesuaikan proses perakitan dengan karakteristik masing-masing kendaraan.

Luxeed dijadwalkan memasuki pasar Indonesia pada kuartal II-2027, dengan LLounge menjadi model yang disorot untuk ekspansi awal. Tidak ketinggalan, dengan rilisnya STORMAX ke pasar global, ada kemungkinan mobil ini juga bakal rilis di Indonesia.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pengusaha Ungkap 5 Alasan Mobil Hybrid Layak Dapat Insentif

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adyos Astan dan Yayang Gunaya Raih Perunggu Asian Para Games 2026 Setelah Kalah dari Jepang di Semifinal
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Viral Wanita Marah Teriak-teriak Bikin Riuh di Stasiun Bekasi Timur
• 21 jam laludetik.com
thumb
Antonio Conte Pasang Syarat Berat ke Manchester United, Minta Kuasa Penuh soal Transfer Pemain
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Setu Babakan Mulai Ditata, 7 Pedagang Masih Bertahan Tunggu Verifikasi
• 3 jam laludetik.com
thumb
Selain Mengisi Waktu, 5 Hobi ini Bisa Hasilkan Cuan-Gaya Hidup
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.