DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar kaderisasi tingkat Pratama bagi 64 kader selama tiga hari, Jumat–Minggu (23–25/10), di Wisma Eden 1, Kaliurang.
Ganjar Pranowo dan Djarot Saiful Hidayat dijadwalkan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, mengatakan peserta berasal dari kepengurusan tingkat ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC), serta kader fungsional partai.
“PDI Perjuangan akan menggembleng kader-kader sejumlah 64 orang dari 45 kelurahan, 14 kecamatan dan kader yang fungsional,” kata Eko kepada awak media di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Jumat (23/10).
Menurut Eko, kaderisasi tersebut berfokus pada ideologi, disiplin, dan kemampuan mengorganisasi masyarakat. Peserta disiapkan untuk memahami persoalan di wilayah masing-masing serta melakukan pendampingan.
“Yang pertama adalah aspek ideologi, yang kedua disiplin. Jadi secara khusus, harus sudah dilatih dulu sebelum masuk ke kelas untuk memastikan kedisiplinan teman-teman,” ujarnya.
Eko menjelaskan, kedisiplinan yang dimaksud mencakup cara berpikir, berperilaku, berbicara, berkomunikasi, hingga bertindak. Dalam aspek pengorganisasian, kader dibekali metode untuk memetakan kondisi masyarakat, termasuk mengetahui keberadaan dan kebutuhan ibu hamil, lansia, serta balita.
“Ketua ranting diberikan kesempatan untuk mengikuti kursus ke depan, punya tanggung jawab, punya kewajiban untuk merekam, untuk mendengar permasalahan masyarakat, sehingga teman-teman diberi bekal untuk bagaimana metode untuk merekam, mendengar aspirasi masyarakat,” kata Eko.
Rangkaian kaderisasi meliputi kegiatan kelas dan lapangan. Pada hari pertama, peserta dijadwalkan mengikuti outbound pukul 14.00–17.30 WIB yang, menurut Eko, bertujuan membangun kekompakan dan gotong royong antarkader.
Peserta juga mendapatkan materi ideologi Pancasila, sejarah perjalanan partai, keterampilan politik, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sebelum mengikuti kelas, mereka diberi tugas merangkum enam tulisan Sukarno untuk diserahkan kepada panitia.
“Secara khusus juga nanti ada materi yang akan diberikan terkait dengan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk perjuangan membela hak-hak rakyat,” ujarnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, dijadwalkan membuka kegiatan sekaligus memberikan pengarahan. Sementara Ganjar Pranowo dijadwalkan berbagi pengalaman mengenai kerja politik dan pelayanan masyarakat melalui kebijakan serta penganggaran.
Selain keduanya, kegiatan tersebut melibatkan akademisi, praktisi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Ketua DPRD Kota Yogyakarta, serta unsur fraksi di DPRD.
Setelah kaderisasi Pratama, Eko mengatakan pihaknya berencana menggelar kursus khusus bagi kader Gen Z berusia di bawah 25 tahun dan kader perempuan.
“Nanti ada kursus kader bagi Gen Z khusus di bawah 25 tahun. Nanti teman-teman yang muda-muda ini yang akan menggerakkan. Selain itu juga ada kursus kader perempuan,” kata Eko.
Menurut Eko, sejumlah kader muda telah menempati posisi dalam struktur partai. Di antaranya Muhammad Ihsan, berusia 25 tahun, yang menjadi Ketua Ranting Warungboto, serta Christian Benatan, berusia 20 tahun, dari Ranting Pringgokusuman.
Ihsan mengatakan siap mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi di Kaliurang. “Saya siap mengikuti kegiatan kader pratama di Kota Yogyakarta yang bertempat di Kaliurang. Kita pemuda harus semangat, ya Mas! Harus semangat mengikuti sampai akhir,” ujarnya.
Eko menyebut pelibatan kader muda sebagai bagian dari regenerasi partai. Ia mengatakan keterampilan yang diberikan selama kaderisasi diharapkan dapat digunakan untuk mendampingi persoalan masyarakat.
“Untuk akhirnya teman-teman harus punya keterampilan, harus punya kecakapan untuk tidak saja pemetaan, tetapi juga melakukan pendampingan, melakukan advokasi, melakukan pembelaan-pembelaan atas hak-hak rakyat,” ujarnya.





