Erupsi Beruntun 6 Kali, Gunung Semeru Semburkan Abu 1,2 Km

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi beruntun sebanyak enam kali dengan tinggi kolom letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026.

Rentetan erupsi ini dimulai pada pukul 04.54 WIB dengan kolom letusan setinggi 800 meter. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan letusan demi letusan terus berlanjut tak lama setelahnya.

"Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.0 mm dan durasi sementara 122 detik," kata Liswanto dalam laporan tertulisnya di Lumajang, melansir Antara.

Baca Juga :

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Tinggi, Alami 1.234 Kali Gempa
Hanya berselang tiga menit, tepat pukul 05.20 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter ke arah selatan selama 127 detik. Intensitas erupsi kemudian memuncak pada letusan keempat.

"Erupsi kembali terjadi pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan yang lebih tinggi yakni 1.200 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan," tuturnya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 km di atas puncak pada Jumat (23/10/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

Aktivitas vulkanis belum mereda. Letusan kelima tercatat pada pukul 06.20 WIB dengan kolom abu pekat setinggi 1.000 meter ke arah barat daya. Dua jam kemudian, tepat pukul 08.20 WIB, erupsi keenam pecah dengan ketinggian letusan 1 kilometer atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sementara sekitar 85 detik," katanya. Status Siaga Liswanto menegaskan, status aktivitas vulkanis Gunung Semeru saat ini ditahan pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tegas Liswanto.

Warga juga dilarang memasuki radius 5 kilometer dari kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Murka! Prabowo Ancam Buka Nama Perusahaan Pelanggar ke Negara yang Menghina Karhutla
• 2 jam laludisway.id
thumb
Berita Populer: Cek Status Pesanan Chery Q; Tren Pembelian Mobil Baru
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
4 Pernyataan Tegas MUI soal Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keluarga, Apa Fungsi dan Tugasnya?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Faizal Hafied Bidik 2.000 Advokat dari Pagar Nusa, Sasar Pendampingan Hukum hingga Desa
• 17 menit lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.