Polda Kalsel Ungkap 18 Kasus Penyelewengan BBM Subsidi, Telusuri Dugaan Mafia

kompas.tv
59 menit lalu
Cover Berita
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan merilis tangkapan ilegal BBM di Ditreskrimsus Polda Kalsel di Banjarmasin, Jumat (23/10/2026). (Sumber: ANTARA/Firman)

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap 18 kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama Oktober 2026. Polisi menangkap 18 tersangka dan menyita 7.825 liter BBM jenis Biosolar dan Pertalite.

Kapolda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan penindakan dilaksanakan untuk menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan demi keuntungan pihak tertentu.

Barang bukti yang disita terdiri atas 2.300 liter Biosolar dan 5.525 liter Pertalite. Polisi juga mengamankan 22 kendaraan yang diduga digunakan dalam praktik penyelewengan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Polisi Telusuri Dugaan Mafia BBM Subsidi

Kapolda memerintahkan jajarannya untuk menelusuri dugaan keterlibatan mafia dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ia menegaskan, pelaku yang terbukti terlibat dalam kejahatan terorganisasi, harus diproses sesuai hukum.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tahun 2027 Bakal Naik? Ini Penjelasan Bahlil

"Jika ada indikasi mafia yang bermain dengan kejahatan terorganisasi, bongkar semua, pelakunya proses hukum," ungkap Yudha di Banjarmasin, Jumat (23/10/2026), dikutip dari Antara.

Menurutnya, BBM bersubsidi seharusnya diterima masyarakat yang berhak. Penyalahgunaan dapat terjadi ketika BBM yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan masyarakat justru dialihkan kepada pihak lain untuk memperoleh keuntungan.

Salah satu praktik yang menjadi perhatian polisi adalah penggunaan solar bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan sektor industri secara ilegal.

Penelusuran gudang yang diduga digunakan untuk menimbun BBM bersubsidi gencar dilakukan. Yudha mengatakan dugaan keterlibatan pihak SPBU dalam praktik tersebut masih didalami oleh kepolisian.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Bahlil Ungkap Risiko APBN Bengkak

Gudang Penimbunan Solar Dibongkar

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Komisaris Besar Polisi Sigit Haryono mengatakan jajaran Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu membongkar sebuah gudang penimbun solar di Banjarmasin.

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita satu unit truk, sejumlah tandon, jeriken, dan drum yang digunakan sebagai tempat penampungan BBM.

Kepala Polresta Banjarmasin Komisaris Besar Polisi Riza Muttaqin mengatakan polisi juga menemukan kendaraan roda dua dengan tangki yang dimodifikasi hingga mampu menampung 30 liter BBM.

Polisi turut menyita 600 liter Pertalite dan Biosolar sebagai barang bukti.

Riza juga melaporkan penangkapan empat tersangka kasus penyalahgunaan BBM. Dia menunjukkan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM. Salah satunya truk dengan tangki yang kapasitas awalnya 200 liter, diubah menjadi 300 liter.

Baca Juga: DEN Usulkan ke Prabowo agar Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Antara

Tag
  • polda kalsel
  • kasus penyelewengan bbm
  • BBM subsidi
  • BBM
  • biosolar
  • pertalite
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asa Para Jobseeker di Job Fair Jakarta
• 20 jam laludetik.com
thumb
Houthi Kembali Sasar Arab Saudi, 11 Drone dan 1 Rudal Berhasil Dicegat
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
OJK Tindak Tegas Manipulasi Pasar, Denda Pelanggaran Tembus Rp2,52 Triliun
• 59 menit laluidxchannel.com
thumb
Alimuddin sebut Prabowo Sudah Kaya, Kepentingannya Hari ini adalah Rakyat
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Rahman Langsung Persembahkan Medali Emas buat Indonesia: Sangat Memuaskan!
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.