Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Pendidikan, 190 Kemitraan Kampus Terjalin

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dan riset melalui sekitar 190 kemitraan antara perguruan tinggi kedua negara.

Hal itu disampaikan Wakil Duta Besar Jerman untuk RI, Oliver Sperling, pada konferensi pers Kerja Sama Pendidikan dan Riset Jerman-Indonesia yang digelar Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk RI bersama German Academic Exchange Service (DAAD) di Jakarta, Jumat (23/10).

Menurut Sperling, pertukaran akademik dapat memperkuat universitas, menghubungkan peneliti, dan mendorong inovasi.

“Pertukaran akademik menciptakan peluang yang melampaui ruang kelas. Ini menghubungkan para peneliti, memperkuat universitas, dan mendorong inovasi,” ujarnya.

Sperling menegaskan komitmen Jerman untuk memperkuat kerja sama akademik dengan Indonesia. Dalam penutup sambutannya, ia menyampaikan pesan tersebut dalam bahasa Indonesia.

“Kunjungan Presiden DAAD ini membawa pesan yang jelas: Jerman berkomitmen untuk memperkuat kemitraan akademik dengan Indonesia dan membuka peluang baru bagi kerja sama di masa depan,” jelasnya.

Sperling mengatakan kerja sama dapat diperluas ke bidang energi terbarukan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI).

Sperling menyebut ketersediaan beasiswa masih menjadi salah satu kendala. Namun, ia menilai terdapat banyak peluang pertukaran lain yang bisa dikembangkan.

“Jika berbicara tentang kompetensi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, kompetensi yang sama juga dibutuhkan Jerman. Kita harus bekerja sama untuk menjadi lebih baik dan mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” ujarnya.

Ia menyebut bidang teknis, sosial, dan medis sebagai beberapa area yang membutuhkan kompetensi tersebut.

Ingin Tarik Lebih Banyak Mahasiswa Indonesia

Presiden DAAD, Prof. Dr. Joybrato Mukherjee mengatakan pihaknya ingin meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Jerman.

Namun, DAAD belum menetapkan target angka spesifik untuk penambahan tersebut.

“Kami sangat tertarik untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, dalam arti menarik lebih banyak talenta terbaik dari Indonesia,” ungkapnya.

Mukherjee menjelaskan DAAD menyediakan berbagai kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk belajar atau mengembangkan karier akademik di Jerman. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan mengajukan beasiswa sesuai program yang tersedia.

Ia menyebut, lebih dari 5.000 mahasiswa Indonesia saat ini terdaftar di universitas-universitas Jerman. Pada 2025, DAAD mendukung lebih dari 600 mahasiswa, kandidat doktor, peneliti, dan peserta kegiatan akademik asal Indonesia di Jerman.

Jajaki Pendanaan Riset Bersama

Indonesia dan Jerman juga menjajaki pendanaan riset bersama. Hal ini sebelumnya dibahas dalam pertemuan DAAD dan Duta Besar Jerman Ralf Beste dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada Rabu (21/10).

Kedua pihak membentuk kelompok kerja untuk mengidentifikasi riset prioritas dan menjajaki pendanaan bersama, termasuk untuk bidang ketahanan pangan, perubahan iklim, pertanian, dan perikanan.

DAAD telah aktif di Indonesia selama lebih dari 70 tahun dan membuka kantor di Jakarta pada 1990.

Selain beasiswa, lembaga ini mendukung riset bersama serta pengembangan kerja sama jangka panjang antarkampus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Magang Nasional 2026, Industri Asuransi Buka Peluang Karier
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah Bruno Fernandes Dibobol Maling Saat MU Dibantai Como 4-1
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolri Tegaskan Larangan Vape, Sebut Jadi Pintu Masuk Narkotika
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pramono Akui Tak Bisa Tidur Semalaman Karena Jakarta Belum Turun Hujan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Dishub Bali Seleksi Operator untuk 11 Bus Listrik Hibah, Uji Coba Gratis Hingga 2026
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.