Sentil Bencana Karhutla Lewat Batik, Mahasiswi Pekalongan Ciptakan Karya ‘Doa Sang Enggang’

eranasional.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tak hanya memicu ancaman asap pekat bagi manusia, tetapi juga menghancurkan pasokan pangan dan habitat satwa langka.

Kegelisahan terhadap hancurnya ‘paru-paru dunia’ tersebut mendorong Roya Zahida Aziz (19), mahasiswi semester 3 jurusan Kriya Batik ITSNU Pekalongan, untuk menuangkan gagasannya ke dalam karya seni.

Gadis muda ini memilih merancang batik tradisi pada selembar kain selendang berukuran 56×200 sentimeter sebagai bentuk keprihatinan atas bencana ekologis yang kini menjadi perhatian dunia tersebut.

“Ini namanya batik tradisi, yaitu batik yang mengangkat tema tradisi sebuah pulau. Kebetulan saat ini marak pemberitaan karhutla di Kalimantan yang disorot dunia, makanya saya tertarik mengangkatnya sebagai tugas kuliah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (23/10/2026).

Di atas kainnya, Roya tidak menggambar Orangutan yang populer, melainkan sosok Burung Enggang atau Rangkong Gading yang sarat akan nilai spritualitas bagi masyarakat adat Dayak.

Karya yang diberi judul ‘Doa Sang Enggang: Pray For Kalimantan’ ini menggambarkan harapan dan doa bagi keberlangsungan hidup satwa yang kehilangan ruang tinggal akibat amukan si jago merah.

“Enggang merupakan simbol tertinggi keagungan dan utusan dewa. Satu Enggang memanjatkan doa bagi tanah kelahirannya, sementara Enggang lainnya menyerukan persatuan doa dari seluruh umat,” jelasnya.

Inspirasi karya ini makin memuncak saat ia menyaksikan video seekor burung enggang yang terpaksa hinggap di perahu warga demi menyelamatkan diri dari kepungan asap.

“Padahal burung enggang sangat jarang berinteraksi dengan manusia. Saya membayangkan seolah-olah burung itu ingin menyampaikan pesan bahwa rumahnya di hutan sudah terbakar,” kenangnya.

Setiap goresan dan warna pada selendang tersebut menyimpan makna mendalam terkait harapan pemulihan lingkungan di Pulau Borneo.

Warna merah melambangkan keberanian untuk berdoa, sedangkan warna hijau melambangkan asa agar hutan Kalimantan kembali pulih, dipadukan dengan sentuhan kaligrafi yang estetik.

“Melalui batik, pesan dapat disampaikan secara kreatif dan bermakna. Seni bisa menjadi sarana menyampaikan kepedulian sosial tanpa harus selalu melalui demonstrasi atau perdebatan langsung,” tegas mahasiswa asal Kedungwuni ini.

Roya juga menyoroti betapa sulitnya penanganan karhutla akibat struktur tanah gambut yang menyimpan api di bawah permukaan, serta bahaya nyata infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga.

“Batik bukan cuma media berekspresi, tapi ruang menyuarakan kegelisahan lingkungan. Saya berharap masyarakat dari berbagai latar belakang bersama mendoakan dan mendukung pemulihan Kalimantan,” tambahnya.

Roya menjelaskan proses pembuatan batik ini melalui tahapan yang rumit dan presisi, mulai dari pencarian filosofi motif, pembuatan sketsa di kertas roti, pencantingan malam panas, hingga teknik colet menggunakan kuas bambu.

Setelah itu, kain melewati tahap penutupan warna serta pelorotan atau perebusan malam yang membutuhkan ketelitian ekstra tinggi.

“Pencantingan menjadi salah satu tahapan paling menyita waktu karena butuh ketelitian. Saya hanya punya waktu satu minggu untuk menyelesaikan karya ini, padahal biasanya butuh waktu berbulan-bulan,” ungkap Roya.

Bahkan, demi merampungkan tugas kuliah bernilai estetika dan pesan moral tinggi ini, ia rela bersusah payah merogoh kocek sekitar Rp300 ribu dan menahan rasa sakit saat proses pengerjaan.

“Waktu itu saya mengerjakan dalam keadaan kurang sehat, tapi saya paksakan demi menyelesaikan karya ini. Saya berharap, pesan kepedulian untuk Kalimantan ini bisa tersampaikan,” pungkasnya. (em-aha)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Bahlil Cabut Konsesi SDA yang Tak Kunjung Digarap
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Microsoft Kembangkan AI Kesehatan, Bantu Diagnosis Penyakit Secara Online
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Permintaan Emas Meningkat, GoPay Luncurkan Fitur Investasi
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Kembalikan Rp 160 Miliar Temuan BPK, Sisa Rp 35,8 Miliar
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Penyeberangan di Pelabuhan Merak Tetap Normal Usai KMP Batumandi Tenggelam, Oil Boom Dipasang
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.