Grid.ID – Alarm darurat atau SOS mendadak berbunyi di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta Kota pada Kamis (22/10/2026). Bunyi alarm tersebut ternyata dipicu oleh tombol yang tidak sengaja tertekan saat seorang penumpang mencari pegangan.
Peristiwa itu terjadi pada rangkaian Commuter Line nomor 1219 saat berada di Stasiun Citayam. Kejadian tersebut sempat membuat kepanikan bagi penumpang lain yang berada di dalam kereta.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa alarm berbunyi akibat ketidaksengajaan seorang pengguna KRL. Tombol darurat itu tertekan ketika penumpang tersebut sedang mencari pegangan di dalam rangkaian.
Menurut penjelasan Leza, kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan atau kondisi darurat di dalam kereta. Tombol yang tertekan secara tidak sengaja itulah yang memicu bunyi alarm SOS.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas pengamanan kereta api atau PAM Walka segera melakukan pemeriksaan. Petugas mendatangi kereta kelima tempat kejadian, untuk memastikan penyebab alarm berbunyi dan memeriksa kondisi di dalam rangkaian.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat keadaan darurat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut juga diperlukan untuk memastikan kondisi penumpang dan perjalanan kereta tetap aman.
Setelah dilakukan pengecekan, petugas memastikan bahwa tidak ada kondisi darurat yang berkaitan dengan bunyi alarm tersebut. Kejadian itu diketahui berasal dari tombol yang tertekan secara tidak sengaja saat penumpang mencari pegangan.
"Hal tersebut memicu alarm darurat menjadi berbunyi sehingga menimbulkan kekhawatiran penumpang lainnya," ujar Leza dilansir dari kompas.com.
Rangkaian Commuter Line nomor 1219 tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan. Tidak ditemukan kondisi darurat yang mengharuskan penanganan khusus terhadap penumpang berdasarkan keterangan kejadian tersebut.
Ketika akhirnya kereta tiba di Stasiun tujuan Jakarta Kota, petugas perawatan sarana melakukan penanganan terhadap alarm SOS yang sebelumnya berbunyi.
Insiden ini bermula dari tindakan yang tidak disengaja ketika penumpang mencari pegangan di dalam kereta. Meski tidak berkaitan dengan keadaan darurat, bunyi alarm tetap ditindaklanjuti melalui pemeriksaan petugas.
Dengan demikian, kejadian tombol SOS pada rangkaian Commuter Line nomor 1219 tersebut dipastikan bukan dipicu oleh gangguan darurat, melainkan karena tombol yang tidak sengaja tertekan. Petugas kemudian menangani alarm setelah kereta tiba di Stasiun Jakarta Kota. (*)
Artikel Asli




