Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dari dalam mobilnya menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya di Trappes, pinggiran kota Paris, Prancis. Pihak berwenang menyatakan setidaknya dua korban berasal dari latar belakang imigran, dan jaksa kini menyelidiki kasus ini sebagai kemungkinan tindakan terorisme.
Dilansir AFP, Jumat (23/10/2026), Wali Kota Trappes, Ali Rabeh, mengatakan kepada penyiar BFMTV bahwa pelaku yang ditangkap tak lama setelah kejadian, menembak secara acak, dengan niat menimbulkan pertumpahan darah saat ia berkendara melalui Trappes dan wilayah tetangganya, La Verriere.
Wali Kota La Verriere, Nicolas Dainville, mengatakan kepada AFP bahwa seorang anak perempuan berusia 12 tahun mengalami luka serius setelah tertembak delapan kali, namun kondisinya saat ini stabil. Terduga pelaku, seorang pria berusia 39 tahun, menurut sumber yang mengetahui kasus ini, ditangkap di kota terdekat, Coignieres.
Rabeh menuturkan bahwa meskipun pelaku menembak secara relatif acak, korban tewas diketahui berasal dari Afrika, dan salah satu korban luka yang berada dalam kondisi kritis juga berasal dari Afrika Utara.
Sang wali kota menambahkan bahwa ia belum ingin memberikan pernyataan "pasti" mengenai motif pelaku, namun menyebut merupakan sebuah "keajaiban" bahwa tidak ada lebih banyak korban jiwa.
Pihak kejaksaan menyatakan telah membuka penyelidikan atas dugaan pembunuhan yang berkaitan dengan tindakan teroris. Mereka menambahkan bahwa penyelidikan juga mencakup apakah tindakan tersebut menargetkan korban berdasarkan ras, etnis, kebangsaan, atau agama, baik yang nyata maupun yang diasumsikan.
Seorang sumber kepolisian mengungkapkan kepada AFP bahwa pelaku melepaskan tembakan secara bertubi-tubi dari kendaraannya sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Samy, seorang warga Trappes yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah barat Paris, mengatakan kepada AFP bahwa ia melihat sesosok tubuh tergeletak di tanah dari jendela rumahnya.
(rfs/idn)





