Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan merata dengan mempercepat penanganan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan jalan sepanjang sekitar 2.300 kilometer yang melintasi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat itu ditarget rampung pada akhir 2028.
Menurutnya percepatan pembangunan jalan perbatasan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam rangka memenuhi akses konektivitas darat bagi masyarakat.
“Saya sebenarnya hanya menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, beberapa hari lalu beliau berpesan kepada saya untuk menuntaskan jalan di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia sepanjang total 2.300an kilometer itu bisa selesai di akhir 2028,” kata Dody kepada awak media, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dody menjelaskan penanganan jalan perbatasan tersebut bakal dilakukan secara bertahap.
Menurutnya fase pertama direncanakan penanganan sepanjang 300 kilometer yang akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.
“Pada fase I ada 300 kilometer akan kita kerjakan dalam waktu dekat. InsyaAllah ini akan kita kerjakan sampai tahun 2028, karena ini menjadi arahan Pak Presiden juga,” ujarnya.
Dody memaparkan pihaknya turut meminta jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara untuk dapat memastikan rampungnya penanganan sesuai target.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) juga mendorong peningkatan standar teknis jalan nasional di Kabupaten Malinau tersebut.
“Memang jalan nasional tadi kurang lebar, jadi saya minta itu tadi distandarkan jalan nasional semua jadi lebar 7 meter. Jadi sisi kanan dan kirinya untuk drainase dan seterusnya itu tergantung kondisi lahannya, kalau memang ada mesti 2 meter, kalau tidak ada 1 meter pun cukup untuk drainase,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah turut berencana membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di salah satu kecamatan wilayah Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia.
Menurutnya pembangunan PLBN tersebut harus dipandang sebagai bagian dari strategi membangun kawasan perbatasan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Tadi saya ke Malinau, kemudian mampir di salah satu kecamatan di Nunukan untuk melihat jalan di perbatasan. Kemudian pos lintas batasnya juga harus segera dibangun karena saya lihat belum dibangun. Jadi nanti kita akan bangun juga pos lintas batasnya," pungkasnya. (raa/muu)




