Petani NasDem Siapkan 35 Proposal Pertanian untuk Dibawa ke DPR

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: DPP Petani NasDem menginstruksikan pengurus di 35 provinsi untuk menyusun proposal pengembangan sektor pertanian daerah. Seluruh proposal tersebut disiapkan untuk dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama kementerian terkait di DPR RI.

“Kami meminta kepada seluruh kakak-kakak semua pengurus DPW seluruh Indonesia sebanyak 35 provinsi untuk membuat proposal yang sifatnya sudah disetujui oleh dinas masing-masing provinsi kabupaten untuk nanti semua bisa kita bawa di rapat dengar pendapat dengan kementerian masing-masing di DPR,” kata Ketua DPP Petani NasDem Arif Rahman di Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga :

NasDem Optimistis Petani dan Nelayan Mampu Capai Swasembada Pangan
Arif yang juga anggota Komisi IV DPR RI menjelaskan instruksi ini merupakan respons atas pemaparan dari tiga kementerian mitra dalam Rakernas I Petani NasDem. Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Kehutanan sebelumnya telah memaparkan strategi pembangunan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.

“Intinya kita melihat ada harapan dari teman-teman untuk mewujudkan program-program yang ada. Ditambah tiga narasumber dari tiga kementerian yang menjabarkan bagaimana membangun ekosistem pertanian dari hulu sampai hilir,” kata Arif.

Arif menegaskan penyerahan proposal daerah dalam RDP DPR bertujuan agar program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai wacana. Langkah ini diambil agar rencana kerja yang telah diselaraskan dengan dinas daerah dapat segera direalisasikan.

“Supaya program-program yang ada ini bisa langsung diwujudkan,” ujar Arif.


Ilustrasi DPR RI. Foto: dok. MI.

Selain pengajuan proposal ke DPR, Petani NasDem menyiapkan program mandiri berupa pembuatan demplot atau lahan percontohan seluas 2 hektare di setiap provinsi. Lahan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan guna memperkuat kapasitas kader petani di lapangan.

“Jangan sampai program-program ini hanya untuk menggugurkan kewajiban. Tapi bagaimana program pemerintah ini bisa berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur Arif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Risiko Iklim Jadi Pertimbangan Pembiayaan Infrastruktur, IIF Terapkan Standar Internasional
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kabakom Tegaskan Siap Dengar Masukan dari Daerah
• 23 jam laludetik.com
thumb
Literasi Keuangan Jakarta Capai 84,01 Persen, Digitalisasi Pasar Jadi Fokus
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gus Ipul Ajak SDM PKH dan Operator Data Se-Jombang Jadi Agen Perlinsos
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.