Asian Para Games 2026: Barce/Leli Bongkar Kunci Raih Emas yang Dipersembahkan untuk David Jacobs

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Nagoya: Barce Layaba dan Leli Marlina membuat kejutan di Asian Para Games 2026. Berstatus bukan unggulan, pasangan para tenis meja Indonesia itu justru berhasil merebut medali emas ganda campuran kelas XD-10 setelah melewati lawan-lawan tangguh, termasuk wakil Thailand, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas pantang menyerah dan kepercayaan diri yang terus tumbuh sepanjang pertandingan. Barce/Leli akhirnya menutup perjuangan di Sky Hall Toyota, Nagoya, Jepang, dengan kemenangan 3-1 atas pasangan Korea Selatan, Kim Young-gun/Moon Sung-hye, pada partai final.

Mereka sempat kehilangan gim pertama dengan skor 6-11. Namun, Barce/Leli bangkit dan merebut tiga gim berikutnya dengan skor 11-7, 11-8, dan 11-3.

Emas ini terasa semakin istimewa karena melampaui target awal tim para tenis meja Indonesia yang hanya membidik empat medali perunggu. Lebih dari itu, pencapaian tersebut dipersembahkan untuk mendiang David Jacobs, legenda para tenis meja Indonesia yang meninggal dunia pada 2023.
  Kalahkan Thailand, Kepercayaan Diri Barce/Leli Meningkat
Barce Layaba mengakui perjalanan menuju podium tertinggi tidak berjalan mudah. Salah satu ujian terbesar datang saat menghadapi wakil Thailand di perempat final.

Kekalahan dari pasangan Thailand pada ASEAN Para Games 2025 masih membekas dan sempat menjadi beban bagi Barce/Leli. Mereka khawatir kembali mengalami hasil serupa ketika harus menghadapi lawan yang sama di Asian Para Games 2026.

Di fase grup, Barce/Leli lebih dahulu mengalahkan Panwas Sringam/Norakhan Chanpaka dengan skor 3-0. Mereka kemudian kembali bertemu wakil Thailand, kali ini Wassana Sringam/Wanchai Chaiwut, pada babak perempat final.

Pertandingan tersebut terasa seperti final bagi keduanya. Namun, Barce/Leli mampu mengatasi tekanan dan menang 3-1.

“Bertemu wakil Thailand di babak delapan besar itu serasa final bagi kita. Kita kalah saat bertemu di ASEAN Para Games 2025 kemarin. Kekalahan itu menjadi beban untuk kita,” kata Barce seperti dikutip dari rilis resmi Kemenpora.

Keberhasilan melewati hadangan Thailand menjadi titik balik penting. Hasil tersebut membuat keduanya semakin yakin menghadapi pertandingan berikutnya.

“Kita tuh kayak, 'wah gila ini kita ketemu mereka lagi nih, kita bisa apa enggak', tapi Puji Tuhan kita bisa melewati mereka. Dari langkah kita bisa melewati Thailand itu yang bikin kita lebih percaya diri menuju fase berikutnya,” tutur Barce.
  Tak Gentar Hadapi Tiongkok hingga Tembus Final
Modal kepercayaan diri itu dibawa Barce/Leli ke semifinal. Kali ini, mereka harus berhadapan dengan wakil Tiongkok, Bian Zhang/Zhengyang Peng.

Alih-alih terbebani nama besar lawan, Barce/Leli memilih bermain lebih lepas. Mereka menyadari bahwa secara peringkat dan reputasi, lawan bisa saja lebih diunggulkan. Namun, hal itu tidak membuat mereka kehilangan keyakinan.

Setelah berhasil melewati tantangan Tiongkok, langkah Barce/Leli menuju final semakin terbuka. Di partai puncak, mereka kembali menghadapi ujian dari pasangan Korea Selatan.

Berbekal pengalaman menghadapi wakil Korea pada sejumlah kejuaraan sebelumnya, Leli Marlina mengaku tidak terlalu gugup.

“Untuk grogi tidak ada, karena kita sudah beberapa kali ketemu Korea. Kita beberapa kali ketemu Korea itu ada sekitar tiga kali, dengan pasangan yang berbeda-beda,” ujar Leli.

Barce menambahkan, pengalaman positif dalam pertemuan sebelumnya ikut membangun kepercayaan diri mereka.

“Dan Puji Tuhannya kita menang semua lawan mereka. Jadi sudah ada kepercayaan diri dari kita duluan,” kata Barce.

Keyakinan tersebut menjadi modal penting ketika mereka tertinggal pada gim pertama final. Barce/Leli tidak kehilangan fokus dan mampu membalikkan keadaan hingga memastikan kemenangan 3-1.
  Emas Dipersembahkan untuk Mendiang David Jacobs
Di balik keberhasilan meraih emas, ada sosok yang memiliki tempat khusus bagi tim para tenis meja Indonesia, yakni David Jacobs.

Medali emas Barce/Leli menjadi pencapaian penting setelah Indonesia terakhir kali meraih emas para tenis meja pada Asian Para Games 2018. Kepergian David pada 2023 membuat keberhasilan di Nagoya terasa semakin emosional bagi tim.

Leli secara khusus mempersembahkan medali emas tersebut untuk mendiang David.

“Yang pertama, medali emas ini untuk David Jacobs almarhum. Akhirnya kita bisa dapat medali emas setelah ditinggalkan beliau,” kata Leli.

Barce juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan mereka, mulai dari pelatih hingga keluarga.

“Dan tentunya kita persembahkan untuk Indonesia. Persembahkan untuk orang-orang yang selalu support kita, pelatih yang selalu sabar untuk membimbing kita, membawa kita sampai di titik ini. Terima kasih banyak keluarga, semua, tentunya kami tidak menyangka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa ini,” ujarnya.

Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, menilai medali emas tersebut memiliki arti besar bagi tim. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pencapaian penting setelah tim kehilangan sosok David Jacobs.

“Raihan emas ini sangat berarti sekali bagi tim para tenis meja ini. Karena, sepeninggal Kak David Jacobs, legenda kita di tenis meja baik difabel maupun non-difabel, baru kali ini kita bisa mendapatkan emas di Asian Para Games,” kata Bayu.

Ia juga mengapresiasi perjuangan para atlet yang mampu melampaui target awal. Dari sasaran empat medali perunggu, tim justru berhasil membawa pulang satu emas dan enam perunggu.
  Osrita Muslim Ikut Beri Kejutan
Selain keberhasilan Barce/Leli, tim para tenis meja Indonesia juga mendapat tambahan medali dari Osrita Muslim.

Atlet berusia 59 tahun itu menyumbangkan dua medali perunggu. Ia meraih perunggu ganda putri kelas TT10 bersama Leli Marlina dan perunggu ganda campuran kelas TT7 bersama Yayang Gunaya.

Bayu mengaku tidak sepenuhnya memperkirakan Osrita mampu menyumbangkan dua medali karena persaingan di kedua nomor tersebut cukup berat.

“Bu Os ini kejutan, karena juga Bu Os sebenarnya enggak kita target, mengingat kompetitornya juga berat-berat. Yang penting main nothing to lose saja, enggak usah beban. Alhamdulillah malah hasilnya beliau menyumbangkan dua perunggu untuk tim para tenis meja ini,” ujar Bayu.

Secara keseluruhan, tim para tenis meja Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Para Games 2026 dengan koleksi satu medali emas dan enam medali perunggu.

Enam perunggu lainnya, selain dua medali Osrita, berasal dari Barce Layaba pada tunggal putra kelas TT4-5, Komet Akbar pada tunggal putra kelas TT10, Hamida pada tunggal putri kelas TT8, serta Adyos Astan/Yayang Gunaya pada ganda putra kelas TT8.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mentalitas, persiapan, dan kepercayaan diri mampu membawa atlet Indonesia melampaui target. Bagi Barce/Leli, emas Nagoya bukan sekadar gelar juara, tetapi juga penghormatan kepada David Jacobs dan seluruh pihak yang terus mendukung perjalanan mereka.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Asian Para Games 2026: Barce/Leli Bongkar Kunci Raih Emas yang Dipersembahkan untuk David Jacobs Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/sports-lainnya/GNGG8nlN-asian-para-games-2026-barce-leli-bongkar-kunci-raih-emas-yang-dipersembahkan-untuk-david-jacobs

(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Ekonomi UGM Minta Prioritaskan Kepercayaan Investor dengan Benahi Tata Kelola Pasar Modal
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Dibuka Melemah, Sentuh Rp 18.070 per Dolar AS
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Adu Argumen! Lukas-David soal Jokowi Sebut Operasi Politik di Polemik Ijazah Gibran | BOLA LIAR
• 6 menit lalukompas.tv
thumb
China-Djibouti Sentil Kekuatan Asing soal Konflik Laut Merah
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BRI Peduli Perluas Akses Energi Bersih di Pedesaan dan Daerah Pascabencana
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.