Tak Punya Alasan Berterima Kasih ke Prabowo, Pengakuan Budiman Sudjatmiko Ini Jadi Sorotan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto pada masa lalu bisa diibaratkan seperti karakter Tom dan Jerry yang kerap berseberangan.

Budiman bahkan menegaskan dirinya tidak memiliki alasan pribadi maupun emosional untuk berterima kasih kepada Prabowo. Menurutnya, dinamika hubungan mereka di masa lampau membuat dirinya tidak berada dalam posisi yang memiliki utang budi secara personal kepada Presiden.

"Saya ini dalam posisi kayak Tom and Jerry dengan Pak Prabowo puluhan tahun yang lalu. Saya tidak punya alasan secara personal untuk berterima kasih pada beliau. Saya tidak punya alasan personal. Saya tidak punya alasan moral untuk secara personal, secara emosional mengatakan, 'terima kasih, Pak Prabowo'," ujar Budiman dalam acara relawan Prabowo Subianto di Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (24/10).

Baca Juga: Berani di Era Prabowo, Mahfud MD Sebut Singapura dan Malaysia Tak Pernah Protes pada Jokowi Soal Karhutla

Meski memiliki sejarah panjang yang penuh perbedaan pandangan, Budiman mengambil langkah yang mengejutkan pada tahun 2023. Tepat pada malam 1 Suro sekaligus Tahun Baru Islam, ia datang langsung ke kediaman Prabowo untuk menyatakan dukungannya dalam Pilpres 2024.

Budiman menjelaskan bahwa dukungan tersebut bukan didasari faktor kedekatan pribadi, melainkan pertimbangan ideologis dan kepentingan strategis bangsa di tengah situasi global yang semakin kompleks.

"Tetapi, pada malam 1 Suro di tanggal, tahun 2023, malam 1 Suro, malam Tahun Baru Islam, saya datang ke rumah Pak Prabowo dan menyatakan dukungan. Alasannya ideologi. Alasannya geopolitis. Alasannya geostrategis. Sederhana saja," ucapnya.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membangun komunikasi efektif dengan para pemimpin dunia. Dalam penilaiannya saat itu, kemampuan tersebut paling menonjol dimiliki Prabowo dibandingkan kandidat presiden lainnya.

Ia mencontohkan bagaimana Prabowo dinilai mampu berinteraksi secara percaya diri dengan sejumlah tokoh penting dunia, mulai dari Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

"Karena gestur sederhana di dalam tegangan politik global itu bisa mencairkan suasana. Gestur politik sederhana. Kalau seorang pemimpin dari bangsa Indonesia bahkan tidak mampu menunjukkan bahasa tubuh, gestur politik sederhana untuk meredakan ketegangan antarnegara, saya tidak bisa membayangkan, akan rumit sekali," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Bilang Tak Takut MSCI, Ekonom AS Ini Langsung Beri Respons Menohok

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa isu geopolitik pada akhirnya selalu berkaitan dengan kepentingan dan keberlangsungan sebuah negara. Karena itu, diplomasi yang hangat dan komunikasi antarpemimpin dunia tetap menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas hubungan internasional.

"Persoalannya susah, kadang-kadang solusinya mudah kalau soal ekstensi itu. Mudah, potretnya hanya perlu ngopi bareng, diplomasi sederhana," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kartu Kredit Bukan Penghasilan Tambahan, Kenali Cara Kerja Limit dan Risikonya
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
KDM Minta Bupati Bekasi Rajin ke Lapangan: Jangan Jadi Bupati Kantoran
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Beri Imbalan Uang untuk Masyarakat yang Membantu Pemadaman Karhutla di Ciremai
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa 7 Magnitudo Guncang Tibet, Belum Ada Laporan Korban atau Kerusakan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri hingga BNN Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba di Tanjung Balai, Kapal Kerap Ubah-Ubah Nama
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.