Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com, Aceh – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat sabu-sabu skala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, pabrik yang memproduksi barang haram hingga seberat 1,2 ton tersebut dikendalikan langsung oleh peracik atau koki berpengalaman bagian dari jaringan internasional.

"Dari prosesnya, laboratorium sabu-sabu di Pidie, Aceh, tersebut menunjukkan bahwa dikelola jaringan dengan ahli kimia berpengalaman," ujar Kapolri Jenderal Suyudi saat meninjau langsung TKP ruko laboratorium di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).
Sumber :
  • Antara

Dari lokasi penggerebekan, tim gabungan mengamankan barang bukti masif berupa 20 drum metamfetamin cair dan 500 kilogram sabu kristal siap edar dengan total berat kotor mencapai 1,2 ton.

Kapolri membeberkan, pengungkapan ini berawal dari intaian pengiriman ratusan kilogram metamfetamin cair asal China yang diselundupkan ke Aceh sejak Februari hingga Mei 2026.

Dua warga negara China berinisial LJ (45) dan XM (42)—yang bertindak sebagai ahli kimia racik—terdeteksi masuk ke Aceh lewat jalur Malaysia pada awal Juni 2026 untuk melakukan survei lokasi.

Setelah menyusun skenario, sindikat ini kembali menyelundupkan hampir satu ton metamfetamin cair yang dikemas dalam kaleng hijau guna mengelabui petugas di lapangan. Pada pertengahan Oktober 2026, LJ dan XM mendarat di Banda Aceh dibantu fasilitator lokal berinisial P, MN, dan RI.

Begitu proses kristalisasi dimulai, LJ dilaporkan sempat menghubungi sang bos besar sindikat berinisial LX di luar negeri untuk mengabarkan bahwa siklus produksi sabu telah berjalan.

Mendapati momentum presisi, tim gabungan langsung bergerak menyergap toko laboratorium rahasia di Mutiara Timur bersamaan dengan penindakan serentak di tiga kawasan lain yakni Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Sebanyak 11 tersangka berhasil diringkus di tempat, termasuk dua WN China (LJ dan XM). Polisi kini memburu sejumlah buronan pengatur lapangan lain berinisial Z, ES, BR, dan SS.

Jenderal Suyudi menegaskan bahwa keberhasilan penggagalan produksi 1,2 ton sabu ini berhasil menyelamatkan sekitar 6 juta jiwa anak bangsa sekaligus menghemat anggaran rehabilitasi negara hingga Rp120 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Konversi ke Motor Listrik? Begini Proses Mudahnya!
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Rayakan 30 Tahun di Dunia Pendidikan, SIS BSD Hiera Capai Tahap Topping-Off
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Di Harvard, JK tekankan penguasaan IPTEK atasi dampak dinamika global
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Wamensos Ajak IPM Perkuat Solidaritas Dorong Pendidikan & Karakter Bangsa
• 1 jam laludetik.com
thumb
GoFood Boyong Kuliner Viral dan Legendaris Bandung ke Blok M Jakarta Jelang Harbolnas 2026
• 33 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.