Jakarta (ANTARA) - Memiliki teman dekat bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan. Saat seseorang berada di situasi sulit, teman yang baik bisa menjadi penolongnya untuk keluar dari kondisi tersebut, menurut Mayo Clinic, sebuah pusat akademi medis di AS.
Kehadiran teman juga bisa menjadi tempat berbagi cerita saat suka maupun duka sehingga bisa mengurangi tekanan dalam hidup. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi teman yang baik:
Dengarkan teman saat bercerita
Saat teman sedang bercerita, usahakan untuk hadir sepenuhnya dengan fokus mendengarkan apa yang mereka sampaikan.
Tidak perlu memikirkan apa yang perlu disampaikan saat teman sedang berbicara. Cukup dengarkan dengan baik tanpa menyela pembicaraannya. Tunjukkan bahwa perasaan teman bisa di pahami dan buat mereka merasa aman untuk bercerita.
Selalu ada saat teman membutuhkan
Ketika teman membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah, cobalah untuk memberikan saran apabila mereka memintanya. Namun, jika mereka hanya ingin bercerita, cukup dengarkan tanpa menghakimi.
Menawarkan bantuan kepada teman juga bisa menjadi cara sederhana untuk meringankan beban mereka. Bantuan kecil seperti mengajari teman skill baru bisa sangat berarti bagi hubungan pertemanan.
Berikan perhatian lewat hal-hal kecil
Memberikan perhatian kepada teman tidak perlu menunggu momen tertentu. Perhatian tidak hanya ditunjukkan saat teman sedang ulang tahun atau sakit.
Cobalah untuk menunjukkan kasih sayang kepada teman secara spontan agar mereka merasa dihargai. Seperti membayarkan makanan saat sedang punya uang lebih atau mengirimkan video yang membuat Anda teringat mereka. Cara ini bisa mempererat dan mempertahankan pertemanan.
Baca juga: Wamendikdasmen ajak murid kenali teman baru saat tinjau MPLS SMP
Saling terbuka dengan teman
Menjadi teman yang baik bukan berarti harus selalu sempurna. Jujur dengan masalah yang sedang dihadapi juga penting agar teman mengetahui kondisi kita.
Pertemanan bisa menjadi lebih kuat saat kedua pihak saling terbuka dan menunjukkan sisi apa adanya. Bicara mengenai berbagai masalah dan kekhawatiran dengan teman bisa mencegah timbulnya kesalahpahaman menjadi masalah besar.
Dukung teman dalam suka dan duka
Pertemanan yang sudah lama biasanya telah melewati masa-masa suka maupun duka. Hubungan pertemanan juga bisa berubah seiring waktu. Kesibukan bisa membuat komunikasi memudar dengan teman.
Meski begitu, cobalah untuk memberikan perhatian kepada teman. Misalnya saat mereka mendapat pekerjaan baru, lulus kuliah, menikah, perpisahan, atau mempunyai anak. Teman yang baik akan mengusahakan untuk hadir di momen tersebut.
Hargai batasan teman
Pertemanan yang baik dibangun dari rasa saling percaya, salah satunya adalah dengan menghargai batasan yang dimiliki teman.
Berikan ruang jika teman sedang ingin menyendiri atau belum siap bercerita. Hal ini juga perlu dilakukan saat mereka hanya ingin didengarkan tanpa mendapat saran. Menghargai batasannya menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi.
Baca juga: Cara menjadi pendengar yang lebih baik bagi teman
Baca juga: Sering curhat ke AI? Ini risiko yang jarang disadari
Kehadiran teman juga bisa menjadi tempat berbagi cerita saat suka maupun duka sehingga bisa mengurangi tekanan dalam hidup. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi teman yang baik:
Dengarkan teman saat bercerita
Saat teman sedang bercerita, usahakan untuk hadir sepenuhnya dengan fokus mendengarkan apa yang mereka sampaikan.
Tidak perlu memikirkan apa yang perlu disampaikan saat teman sedang berbicara. Cukup dengarkan dengan baik tanpa menyela pembicaraannya. Tunjukkan bahwa perasaan teman bisa di pahami dan buat mereka merasa aman untuk bercerita.
Selalu ada saat teman membutuhkan
Ketika teman membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah, cobalah untuk memberikan saran apabila mereka memintanya. Namun, jika mereka hanya ingin bercerita, cukup dengarkan tanpa menghakimi.
Menawarkan bantuan kepada teman juga bisa menjadi cara sederhana untuk meringankan beban mereka. Bantuan kecil seperti mengajari teman skill baru bisa sangat berarti bagi hubungan pertemanan.
Berikan perhatian lewat hal-hal kecil
Memberikan perhatian kepada teman tidak perlu menunggu momen tertentu. Perhatian tidak hanya ditunjukkan saat teman sedang ulang tahun atau sakit.
Cobalah untuk menunjukkan kasih sayang kepada teman secara spontan agar mereka merasa dihargai. Seperti membayarkan makanan saat sedang punya uang lebih atau mengirimkan video yang membuat Anda teringat mereka. Cara ini bisa mempererat dan mempertahankan pertemanan.
Baca juga: Wamendikdasmen ajak murid kenali teman baru saat tinjau MPLS SMP
Saling terbuka dengan teman
Menjadi teman yang baik bukan berarti harus selalu sempurna. Jujur dengan masalah yang sedang dihadapi juga penting agar teman mengetahui kondisi kita.
Pertemanan bisa menjadi lebih kuat saat kedua pihak saling terbuka dan menunjukkan sisi apa adanya. Bicara mengenai berbagai masalah dan kekhawatiran dengan teman bisa mencegah timbulnya kesalahpahaman menjadi masalah besar.
Dukung teman dalam suka dan duka
Pertemanan yang sudah lama biasanya telah melewati masa-masa suka maupun duka. Hubungan pertemanan juga bisa berubah seiring waktu. Kesibukan bisa membuat komunikasi memudar dengan teman.
Meski begitu, cobalah untuk memberikan perhatian kepada teman. Misalnya saat mereka mendapat pekerjaan baru, lulus kuliah, menikah, perpisahan, atau mempunyai anak. Teman yang baik akan mengusahakan untuk hadir di momen tersebut.
Hargai batasan teman
Pertemanan yang baik dibangun dari rasa saling percaya, salah satunya adalah dengan menghargai batasan yang dimiliki teman.
Berikan ruang jika teman sedang ingin menyendiri atau belum siap bercerita. Hal ini juga perlu dilakukan saat mereka hanya ingin didengarkan tanpa mendapat saran. Menghargai batasannya menunjukkan tingkat kepedulian yang tinggi.
Baca juga: Cara menjadi pendengar yang lebih baik bagi teman
Baca juga: Sering curhat ke AI? Ini risiko yang jarang disadari





