Bukan Cuma Seprai, Panel Surya Kini Jadi Kado Pernikahan di Nigeria

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Masyarakat Nigeria kini mulai melirik panel surya, baterai penyimpanan energi, dan inverter sebagai hadiah pernikahan.

Perangkat teknologi ini menjadi alternatif kado praktis menggantikan seprai, microwave, atau perlengkapan rumah tangga konvensional lainnya.

Mengutip Bloomberg, Sabtu, (24/10), tren ini tecermin di Alaba International Market, Lagos, yang merupakan pusat perdagangan elektronik terbesar di Afrika Barat.

Kawasan yang dahulu didominasi penjualan generator bensin, televisi, dan lemari es tersebut kini diserbu gerai-gerai penyedia panel surya hingga baterai litium.

Pemilik CNN Global Solar, Nnamdi Nkemka, menceritakan saat ia membuka toko pada 2008, usahanya merupakan salah satu pemain mula di pasar tersebut. Kini, jumlah gerai penyedia perangkat tenaga surya di kawasan Alaba telah melonjak hingga lebih dari 200 toko.

"Sebagian besar pedagang peralatan listrik kini beralih menjual produk tenaga surya," kata Nkemka.

Peralihan ini terdorong oleh krisis pasokan listrik nasional di Nigeria. Sebagai negara bertetangga dengan populasi terbesar di Afrika, jaringan listrik publik Nigeria masih jauh dari kata andal. Imbasnya, mayoritas rumah tangga terpaksa mengandalkan generator genset berbahan bakar bensin atau diesel.

Namun, lonjakan harga bahan bakar pasca-penghapusan subsidi bensin pada Mei 2023, ditambah makin terjangkaunya harga komponen surya asal China, mendorong warga beralih ke solusi energi mandiri yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Menurut data BloombergNEF (BNEF), kapasitas terpasang tenaga surya skala kecil di Nigeria per akhir 2025 telah melampaui total daya listrik yang disalurkan melalui jaringan nasional. Laju penambahan kapasitas sepanjang 2026 bahkan menyamai akumulasi pertumbuhan selama dua tahun sebelumnya.

Kini pemanfaatan tenaga surya merambah ke kawasan pedesaan melalui skema mikro-grid untuk memasok kebutuhan listrik tingkat komunitas.

CEO Ama Solar Ltd Cletus Ike Amakeze menyebutkan, meski permintaan melambung, tingginya investasi awal masih menjadi ganjalan utama adopsi massal.

Kajian BNEF menunjukkan, instalasi sistem tenaga surya rumah tangga untuk tiga anggota keluarga membutuhkan biaya awal sekitar USD 4.500—sekitar tujuh kali lipat dari harga generator bensin baru. Meski demikian, investasi tersebut diproyeksikan balik modal (break-even) dalam kurun 16 bulan.

Di sisi lain, penggunaan generator menyedot biaya operasional rutin hingga USD 200 per bulan untuk pembelian BBM.

Upaya perbankan Nigeria menawarkan kredit pemilikan panel surya juga masih terhalang suku bunga tinggi yang berada di kisaran 27 hingga 36 persen per tahun.

Konsultan energi independen Lande Abudu menilai, skema tenaga surya tetap menarik karena sifatnya yang modular. Konsumen dapat membangun kapasitas sistem secara bertahap sesuai kemampuan finansial.

"Saat dinamika geopolitik global memicu kenaikan harga BBM, biaya operasional generator bensin melonjak drastis. Kondisi ini membuat opsi tenaga surya makin intuitif bagi publik," jelas Lande.

Faktor pendorong utama lainnya adalah melimpahnya pasokan komponen murah dari China. Pemerintah China menetapkan sektor manufaktur baterai dan panel surya sebagai industri strategis sejak 2010, sehingga mampu menekan biaya produksi dan mendorong ekspansi global.

Produsen asal Guangzhou, Felicity Solar, menjadi salah satu pemain yang menikmati gurihnya pasar Nigeria. CEO Felicity Solar Nigeria Samuel Chen mengungkapkan, penjualan perusahaannya melonjak 250 persen pada 2023 dan konsisten tumbuh rata-rata 200 persen per tahun.

Kendati adopsi tenaga surya tumbuh pesat, tingkat keterjangkauan masih menjadi persoalan besar.

Inflasi tinggi dan depresiasi mata uang lokal terus menggerus daya beli masyarakat. Saat ini, sekitar 90 juta penduduk Nigeria masih hidup tanpa akses listrik, menjadikan negara tersebut sebagai wilayah dengan krisis ketimpangan energi terbesar di dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panas Ekstrem Menguat di Tengah Perubahan Iklim, Bisakah jadi Kategori Bencana?
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
CAFEO 44 Hasilkan Deklarasi 11 Poin untuk Insinyur ASEAN
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Melania Trump Perantarai Gencatan Senjata Rusia-Ukraina untuk Bantu Warga Oleshky
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Intan Dewi Sukmawangi Sulap Limbah Plastik Jadi 29 Karya Seni
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Bupati Indramayu Pastikan Pelayanan Pemda Tak Terganggu
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.