New York (ANTARA) - PBB merasa "sangat khawatir" atas meningkatnya kekerasan di seluruh wilayah Tepi Barat dipicu oleh serangan yang menewaskan dua tentara Israel, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
"Kami sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan yang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. (Sekjen PBB Antonio Guterres) sangat prihatin atas penutupan wilayah secara luas yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Hal itu terjadi setelah terjadi serangan hari ini," kata Dujarric pada Jumat (23/10).
Baca juga: Sekjen PBB: Tindakan Israel di Tepi Barat dibayangi pembersihan etnis
Sebelumnya, pada hari yang sama, pasukan pertahanan Israel (IDF) melaporkan terjadi serangan penembakan dekat persimpangan Yudea di Tepi Barat, yang tak jauh dari Kota Hebron, dan menyatakan dua militan telah dilumpuhkan.
Layanan medis darurat menyebutkan lima orang terluka, termasuk dua orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Militer Israel kemudian mengumumkan tewasnya dua anggota pasukannya akibat bentrokan bersenjata tersebut.
Setelah serangan itu, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan IDF untuk memblokade di Tepi Barat dan menyatakan kesiapannya untuk melancarkan operasi militer di wilayah Palestina, yang merupakan operasi terbesar sejak Perang Enam Hari.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Sekjen PBB: Tepi Barat hadapi 'tekanan aneksasi'
"Kami sangat khawatir dengan meningkatnya kekerasan yang terjadi di Tepi Barat yang diduduki. (Sekjen PBB Antonio Guterres) sangat prihatin atas penutupan wilayah secara luas yang diberlakukan Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Hal itu terjadi setelah terjadi serangan hari ini," kata Dujarric pada Jumat (23/10).
Baca juga: Sekjen PBB: Tindakan Israel di Tepi Barat dibayangi pembersihan etnis
Sebelumnya, pada hari yang sama, pasukan pertahanan Israel (IDF) melaporkan terjadi serangan penembakan dekat persimpangan Yudea di Tepi Barat, yang tak jauh dari Kota Hebron, dan menyatakan dua militan telah dilumpuhkan.
Layanan medis darurat menyebutkan lima orang terluka, termasuk dua orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Militer Israel kemudian mengumumkan tewasnya dua anggota pasukannya akibat bentrokan bersenjata tersebut.
Setelah serangan itu, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan IDF untuk memblokade di Tepi Barat dan menyatakan kesiapannya untuk melancarkan operasi militer di wilayah Palestina, yang merupakan operasi terbesar sejak Perang Enam Hari.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Sekjen PBB: Tepi Barat hadapi 'tekanan aneksasi'





