Persib Bandung Targetkan IPO pada 2027, Fokus Benahi Keuangan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan pengelola klub sepak bola Persib Bandung, menargetkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2027.

Rencana tersebut sekaligus membantah kabar yang menyebutkan bahwa klub berjuluk Maung Bandung itu gagal melaksanakan IPO pada 2026.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan menegaskan bahwa manajemen sejak awal memang tidak merencanakan pencatatan saham di bursa pada tahun ini.

“IPO kapan terealisasi, insyaa Allah planning-nya itu di 2027. Ya, kalau kemarin sempat ada postingan-postingan Persib gagal IPO 2026, nggak pernah kita plan di 2026,” ujar Adhitia dalam Simamaung Podcast pada 16 Oktober 2026, dikutip Jumat (23/10/2026).

Adhitia menjelaskan sepanjang 2026, manajemen masih berfokus pada pembenahan administrasi, pengelolaan keuangan, serta penyusunan pembukuan perusahaan agar memenuhi persyaratan menuju pasar modal.

Salah satu tahapan penting yang harus disiapkan adalah audit laporan keuangan. Menurutnya, proses tersebut tidak dapat dilakukan tanpa sistem pencatatan dan dokumen pendukung yang tertata dengan baik.

“IPO itu salah satu proses yang harus dilakukan apa? Audit. Kabayang teu lamun audit, kaluar duit, tidak ada referensinya, tidak ada prosesnya, urang gagal. Audit gagal, IPO teu jadi eta. Itu teh, sebetulnya investasi kami untuk proses IPO,” jelasnya.

Manajemen menilai pembenahan administrasi dan keuangan menjadi fondasi penting sebelum Persib dapat menawarkan saham kepada publik.

Adhitia menyampaikan bahwa proses persiapan IPO mengikuti tahun buku akuntansi perusahaan, bukan kalender musim kompetisi sepak bola.

Dengan demikian, pembukuan keuangan Persib akan ditutup pada Desember 2026 sebelum memasuki tahapan audit pada awal tahun berikutnya.

“Jadi, kalau IPO itu tahun bukunya bukan tahun buku musim sepak bola, tapi tahun buku tahunan accounting. Ditutup di 2026 Desember, Januarinya ada audit segala macam, nah setelah itu beberapa bulan akan ada IPO. Jadi tunggu aja di 2027,” terangnya.

Di sisi lain, Adhitia mengungkapkan bahwa kondisi keuangan klub juga menjadi perhatian utama dalam mempersiapkan rencana tersebut.

Ia menegaskan bahwa Persib bukanlah klub dengan sumber daya keuangan tanpa batas, melainkan berupaya membangun kondisi finansial yang sehat dan berkelanjutan.

Terlebih, pada 2024, Persib sempat menghadapi defisit keuangan yang mencapai sekitar Rp100 miliar. Kondisi tersebut membuat manajemen memprioritaskan perbaikan pengelolaan keuangan sebelum menjalankan berbagai proyek pengembangan fasilitas klub.

“Makanya, prioritas pertama di tahun pertama, ngerapihin dulu keuangan. Akhirnya, fasilitas kita bertahap nggak langsung jedar-jedur,” kata Adhitia.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan pusat latihan atau training center (TC) Persib Bandung.

Manajemen mengakui kebutuhan perluasan fasilitas latihan terus menjadi pembahasan, termasuk di kalangan pendukung Persib atau bobotoh.

Namun, pengembangan infrastruktur tersebut membutuhkan investasi besar sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan finansial perusahaan.

Adhitia menjelaskan bahwa pembangunan training center berpotensi menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan usaha yang berkaitan dengan IPO.

“Gini, ya, apakah TC (Training Center) itu menjadi salah satu prospektusnya IPO? Iya juga. Tapi bisa jadi tidak satu-satunya, ya, kan? Tapi, memang ada beberapa klub di Indonesia atau mungkin di luar Indonesia ada, loh yang ngebangun fasilitasnya setelah IPO,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah klub sepak bola juga memanfaatkan pendanaan setelah melantai di pasar modal untuk mengembangkan fasilitas dan infrastruktur penunjang.

Meski demikian, Persib belum mengungkapkan secara terperinci rencana penggunaan dana hasil IPO, termasuk besaran alokasi yang mungkin diarahkan untuk pengembangan training center.

Manajemen masih mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan investasi infrastruktur dan keberlanjutan operasional klub.

“Karena jujur, ya, ngebangun fasilitas itu tidak murah, dan kami nggak mau, ya, jadina mengorbankan satu dan lain hal. Makanya mencari keseimbangan itu nggak gampang, itu tugas kami,” ujarnya.

Selain mempersiapkan kondisi internal perusahaan, Persib juga mulai memperkenalkan program yang berkaitan dengan keterlibatan pendukung klub menjelang rencana IPO.

Salah satunya melalui Passport Persib, program yang disebut menawarkan manfaat bagi bobotoh yang berminat mengikuti perkembangan rencana penawaran saham Persib.

Adhitia menyarankan pendukung yang memiliki ketertarikan serius terhadap IPO Persib untuk mempertimbangkan program tersebut.

Baca Juga: Pramono Soal IPO Dua BUMD DKI: Sekarang Pasarnya Sedang Tidak Baik

Baca Juga: OJK Ungkap 8 Modal Ventura Belum Penuhi Ekuitas Minimum, IPO Jadi Opsi

Baca Juga: Selangkah Menuju IPO, Direksi PAM JAYA Sudah Bertemu OJK

“Kalau memang kalian semua minat seriius di IPO, saran saya adalah beli Passport Persib. Itu benefitnya buat pemegang IPO bukan cuma mempermudah, nanti ada kejutan buat kalian,” pungkasnya.

Kendati demikian, mekanisme resmi penawaran saham, jumlah saham yang akan dilepas, target penghimpunan dana, hingga valuasi perusahaan belum diungkapkan kepada publik.

Begitu pula dengan papan pencatatan yang akan dituju Persib di BEI, yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari manajemen.

Rencana IPO tersebut juga tetap bergantung pada penyelesaian audit, kesiapan perusahaan, serta pemenuhan persyaratan dan proses yang berlaku di pasar modal.

Apabila terealisasi, langkah tersebut dapat membuka alternatif pendanaan baru bagi Persib untuk memperkuat pengembangan bisnis dan infrastruktur klub.

Untuk saat ini, manajemen masih memusatkan perhatian pada penyelesaian pembenahan administrasi dan laporan keuangan hingga akhir 2026, sebelum melanjutkan tahapan persiapan IPO pada 2027.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Bongkar 7 Nama yang Bisa Jadi Kawan atau Lawan Prabowo di Pilpres 2029
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hancur! Begini Penampakan Rumah dan Keramba Warga Usai Ditabrak Tongkang Batu Bara di Kukar | BERUT
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI: Buka Karier Ribuan Talenta Muda
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Netanyahu Perintahkan Lockdown Tepi Barat Buntut Warga Israel Diserang
• 4 jam laludetik.com
thumb
JRF 2026: MRT Mulai Beroperasi Pukul 3 Pagi pada 24-25 Oktober, Catat Jadwalnya
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.