Penerapan Aturan Anti-Dumping Amankan Potensi Industri Rp 986 M

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat penyelidikan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) berhasil menyelamatkan potensi nilai industri nasional sebesar USD 54,49 juta atau sekitar Rp 986,07 miliar selama periode Oktober 2024-Oktober 2026.

Capaian tersebut merupakan bagian dari instrumen pengamanan pasar dalam negeri, yang menjadi salah satu dari tiga program prioritas Kemendag untuk menopang kinerja perdagangan nasional.

"Sektor industri pengolahan membuktikan kemampuan Indonesia bertransformasi menjadi eksportir manufaktur. Untuk menjaga tren positif ini, Kemendag konsisten menjalankan tiga program prioritas yang telah membuahkan hasil nyata," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso melalui keterangan tertulis, Sabtu, (24/10).

Selain perlindungan pasar domestik, upaya pengamanan akses pasar ekspor dari hambatan perdagangan internasional berhasil menyelamatkan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 64,1 juta pada Januari–September 2026, serta USD 437 juta sepanjang 2025.

Kemendag juga menggenjot penyerapan produk lokal melalui kolaborasi dengan asosiasi ritel dan program belanja nasional. Sepanjang Januari–Oktober 2026, penetrasi produk dalam negeri tercatat menembus Rp 259,3 triliun.

Pada periode sama, sebanyak 6.383 UMKM mendapatkan pendampingan dan kemitraan ritel modern, termasuk fasilitasi 4.100 barcode produk.

Dari sisi kinerja ekspor nasional, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 193,64 miliar pada Januari–Agustus 2026, tumbuh 4,74 persen yoy. Sektor manufaktur menjadi penopang utama dengan kontribusi 82,40 persen atau senilai USD 159,55 miliar.

Pada program prioritas kedua, yakni perluasan pasar ekspor, pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 berhasil membukukan potensi transaksi USD 22,94 miliar, naik dari capaian TEI sebelumnya sebesar USD 22,8 miliar. Khusus segmen UMKM dalam TEI ke-41, potensi transaksi melonjak ke angka USD 510,79 juta.

"Saat ini 25 perjanjian perdagangan internasional telah berlaku dan 13 lainnya sedang dirundingkan, termasuk finalisasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada akhir 2026," ujar Budi.

Guna mendukung kelancaran ekspor, Kemendag menerapkan otomatisasi Surat Keterangan Asal (e-SKA) via aplikasi INATRADE yang telah terhubung dengan 20 negara mitra, termasuk Uni Emirat Arab.

Adapun program prioritas ketiga, Dari Lokal untuk Global, dijalankan melalui empat klaster utama:

"Berbagai capaian Kemendag melalui tiga program prioritas ini menjadi bagian penting dalam mengawal dua tahun perjalanan Kabinet Merah Putih," jelas Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jerman Dorong Perluasan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset dengan Indonesia
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri Sebut Konsesi 11 Korporasi Penyebab Karhutla Tembus 200.000 Ha
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dino Patti Djalal Buka Suara soal MSCI, Ini Masukan untuk Pemerintah
• 39 menit laluviva.co.id
thumb
Seskab Teddy Beri Kode agar Prabowo Akhiri Pidato, Respons Presiden: Gue Ini Presiden, Ted
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Kargo Solar Perdana Rusia Hasil Kesepakatan Putin-Trump Berlayar ke AS
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.