Dilema Andini Menembus Dunia Kerja

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Tiga tahun Andini (22) mendalami ilmu gizi, tetapi menemukan tempat untuk mempraktikkannya ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ijazah telah dikantongi, sementara pintu menuju dunia kerja belum banyak terbuka.

Di job fair Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026), ia berharap menemukan jalan menuju puskesmas atau rumah sakit, tempat yang pernah ia kenal semasa praktik kuliah. Namun, di antara deretan lowongan yang tersedia, kesempatan bagi ahli gizi masih terasa langka.

Advertisement

“Menurutku setiap ada job fair kayak gini malah yang kesehatan tuh jarang banget dibukain, gitu. Jujur aja biasanya job kesehatan paling banyak emang dari orang dalam,” ujarnya ketika diwawancarai di job fair.

Terlebih, menurut Andini, peluang itu juga harus berbagi ruang dengan profesi kesehatan lain. Perawat dan bidan, misalnya, turut menangani aspek gizi. Sementara itu, ada pula dokter spesialis gizi klinik.

“Jadi kayaknya yang ahli gizi doang nih, 'aduh, masih ada enggak ya kerjaan?' gitu,” tutur Andini.

Belum selesai dengan sedikitnya lowongan, Andini juga berhadapan dengan persyaratan yang terasa ganjil bagi pencari kerja pemula. Sejumlah iklan membuka pintu bagi fresh graduate, tetapi sekaligus meminta pengalaman kerja bertahun-tahun.

Ia juga mempertanyakan syarat 'berpenampilan menarik' yang masih tercantum dalam brosur-brosur lowongan. Bagi Andini, kemampuan bekerja semestinya lebih penting daripada rupa. Selama mampu bekerja, ia percaya siapa pun, termasuk orang lanjut usia dan penyandang disabilitas, berhak mendapat kesempatan yang sama.

"Aneh, kan kita enggak tahu orang melihat kita jelek apa enggak, gitu ya. Bagi kita sih kita cakep ya. Padahal, di luar negeri aja tuh, dia walaupun udah tua, atau bahkan disabilitas, dia masih bisa kerja asal mampu," keluh dia.

Kini, Andini masih mencari panggungnya. Setelah tiga tahun belajar gizi, ia hanya butuh satu pintu terbuka untuk membuktikan bahwa ilmunya punya tempat di dunia kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Minta Bupati Bekasi Kebut Infrastruktur
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
WCCE 2026 Resmi Ditutup, Jakarta Vision Jadi Warisan untuk Ekonomi Kreatif Dunia
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Sudah Cerai, Insanul Fahmi Puji Wardatina Mawa Setinggi Langit untuk Urusan Ini: Selalu Jago, Enggak Diragukan Lagi
• 3 jam lalugrid.id
thumb
3 Rekomendasi Buku Karya Sesuji
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemerintah Luncurkan Rumah Pendidikan, Gabungkan 5 Platform Sekolah dalam Satu Aplikasi
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.