Jakarta: Tiga bangunan ikonik Indonesia, yakni Monumen Nasional (Monas), Candi Borobudur, dan Ibu Kota Nusantara (IKN), diterangi cahaya biru pada Jumat malam untuk memperingati Hari Lahir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang jatuh pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Melalui kampanye Cahaya Biru PBB atau #UNBlue, ketiganya menjadi simbol solidaritas global sekaligus pengingat pentingnya perdamaian dan kerja sama.
Peringatan tahun ini bertepatan dengan hari jadi ke-81 PBB. Warna biru yang digunakan merupakan warna bendera organisasi tersebut dan telah menjadi simbol perdamaian serta harapan.
Penyalaan cahaya biru di tiga lokasi itu juga menjadi bentuk solidaritas bagi masyarakat yang kehidupannya terguncang akibat perang dan bencana, sekaligus dukungan bagi dunia tempat setiap orang dapat hidup dengan bermartabat.
“Dari Monas hingga Borobudur sampai Ibu Kota Nusantara, kita semua memiliki cerita. Menerangi tempat-tempat ini dengan warna biru PBB menghubungkan cerita tersebut dengan sesuatu yang lebih besar,” ujar Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, Miklos Gaspar.
“Perdamaian tidak hanya ditentukan di meja perundingan. Perdamaian bergantung pada cara kita memperlakukan satu sama lain, menyikapi perbedaan, dan kesediaan kita untuk bekerja sama,” tambahnya, dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Monas hingga IKN Jadi Simbol Solidaritas Di Monas, cahaya biru menghubungkan perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan harapan masyarakat di berbagai penjuru dunia untuk hidup bebas dan damai. Monumen tersebut melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk menentukan masa depannya sendiri, sebuah cita-cita yang juga berkaitan dengan perjuangan banyak bangsa dan prinsip-prinsip yang mendasari berdirinya PBB.
Sementara itu, IKN untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam kampanye #UNBlue tahun ini. Keikutsertaan tersebut membawa ibu kota masa depan Indonesia ke dalam kampanye solidaritas global.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan visi IKN untuk menjadi kota yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Ia menyoroti komitmen IKN terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pembangunan perkotaan hijau dan mobilitas ramah lingkungan. Salah satu inisiatif yang disebutkan adalah Nusantara Fun Ride, yang mendorong gaya hidup lebih sehat sekaligus mengurangi emisi karbon.
Dengan berpartisipasi dalam penyalaan cahaya biru, IKN menegaskan kembali komitmennya terhadap solidaritas global dan pembangunan berkelanjutan.
Pesan Sekjen PBB tentang Kerja Sama Penyalaan cahaya biru tersebut juga menggemakan pesan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres untuk Hari PBB.
“Masa depan umat manusia bergantung pada kemampuan kita untuk bekerja bersama demi memajukan perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia,” demikian pesan Guterres.
Ia menyerukan negara-negara untuk memilih dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, serta solidaritas daripada ketakutan. Guterres juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Piagam PBB.
Dari monumen kemerdekaan, candi bersejarah, hingga ibu kota negara yang masih dibangun, ketiga lokasi tersebut merepresentasikan perjalanan Indonesia dari masa lalu menuju masa depan. Dalam peringatan Hari PBB, cahaya biru itu menjadi pengingat bahwa kerja sama global dapat dimulai dengan mengakui kemanusiaan yang dimiliki bersama.
Pada tahun lalu, tiga lokasi ikonik di Indonesia juga termasuk di antara 200 monumen di seluruh dunia yang diterangi cahaya biru untuk memperingati Hari PBB.
Baca juga: Sekjen Guterres Sebut Reformasi DK PBB sebagai Keharusan demi Perdamaian Dunia




