KUNINGAN, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, masih berlangsung hingga Sabtu (24/10/2026) siang. Meski jumlah titik api mulai berkurang dari semula 13 titik, namun asap tebal masih terlihat membubung tinggi dari kawasan hutan yang terbakar.
Kebakaran yang mulai terjadi sejak Rabu (21/10/2026) malam itu sempat meluas ke sejumlah titik terpisah. Pada Jumat (23/10/2026) malam, sebaran api dari Kuningan bahkan mendekati wilayah Kabupaten Majalengka.
Namun, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka berhasil memutus penyebaran api sehingga kebakaran di wilayah tersebut tidak meluas.
Koordinasi melalui komunikasi radio turut membantu petugas memantau pergerakan api dan mengantisipasi penyebarannya.
Hingga Sabtu siang, sejumlah titik api mulai padam dan hanya menyisakan beberapa titik yang masih terpantau. Meski demikian, asap tebal yang membubung tinggi menunjukkan penanganan kebakaran masih harus dilakukan.
Baca Juga:Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Dituntut 5,5 Tahun Penjara"Waktu hari kedua memang mengarah ke Kabupaten Majalengka, tetapi tim dari Majalengka sudah memotong sehingga api bisa dikendalikan apinya tidak merembet ke Majalengka," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Toni Anwar.
Sementara itu, otoritas terkait belum menyampaikan keterangan resmi mengenai total luas hutan yang terbakar maupun zona yang terdampak. Data tersebut masih dinantikan untuk mengetahui skala kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai.
#jabar




