Gandrung Sewu 2026 dengan konsep glow in the dark menarik minat ribuan wisatawan domestik hingga mancanegara untuk berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Tingginya kunjungan menjelang pertunjukan tari kolosal di Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026) malam, membuat sejumlah hotel dan homestay penuh dipesan.
Permintaan kamar meningkat pada periode 21–25 Oktober 2026. Sejumlah hotel bahkan melaporkan seluruh kamar telah terisi oleh wisatawan dari berbagai daerah yang datang untuk menyaksikan pertunjukan tahunan tersebut.
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan melalui penyelenggaraan berbagai acara diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat.
“Inilah yang kami harapkan dari setiap event yang digelar di Banyuwangi. Semua sektor mulai masyarakat hingga pelaku usaha, dari pedagang asongan hingga penginapan serta sektor lainnya ikut mendapat manfaatnya,” kata Ipuk.
Gandrung Sewu tahun ini menghadirkan konsep berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Dengan dukungan InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, pertunjukan yang melibatkan ribuan penari tersebut digelar pada malam hari dengan konsep glow in the dark.
Para penari menggunakan instrumen khusus yang membuat penampilan mereka memancarkan cahaya warna-warni.
Konsep ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memperkuat daya tarik Gandrung Sewu sebagai salah satu ikon seni dan budaya Banyuwangi.
Dampak acara tersebut dirasakan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Hotel di Banyuwangi mencatat peningkatan pemesanan kamar sejak Rabu (21/10/2026).
Mayoritas tamu merupakan rombongan dari Jakarta, Bali, dan Surabaya yang memperpanjang masa tinggal hingga akhir pekan.
“Peningkatan okupansi terjadi sejak Rabu. Mayoritas tamu kami adalah rombongan dari Jakarta, Bali, dan Surabaya yang sengaja stay sampai tanggal 25, untuk menyaksikan Gandrung Sewu. Bahkan tanggal 24, semua kamar kami penuh sehingga harus menolak reservasi,” ujar Devi Krisna sales manager salah satu hotel di Banyuwangi.
Peningkatan permintaan juga dirasakan pengelola homestay. Maya Subagio salah satu pemilik homestay mengatakan, penyelenggaraan acara pariwisata turut mendongkrak tingkat keterisian penginapan. Sejumlah tamunya bahkan datang khusus untuk menyaksikan Gandrung Sewu.
“Setiap ada event, pasti okupansi ikut terdongkrak. Kali ini, saya kedatangan sejumlah tamu dari Eropa, yakni Perancis dan Belanda, yang sengaja ingin menyaksikan Gandrung Sewu,” kata Maya. (saf/faz)




