jpnn.com, NABIRE - Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tegelincir saat mendarat di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu pagi. Akibat insiden tersebut dua anggota TNI terluka.
Kepolisian Resor Intan Jaya telah melakukan penyelidikan awal terkait insiden tersebut.
BACA JUGA: Pesawat Tergelincir dan Tabrak Bukit di Pogapa Intan Jaya
Kapolres Intan Jaya Kompol Sofian Corneles A. Samakori saat dihubungi dari Nabire, Sabtu, mengatakan personel kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
“Sampai saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden tergelincirnya pesawat tersebut, termasuk informasi mengenai ban pesawat yang dikabarkan lepas ketika hendak melakukan pendaratan,” katanya.
BACA JUGA: Investigasi Penyebab Pesawat Tergelincir di Morowali, KNKT Bawa Kotak Hitam Hawker 900
Ia mengatakan, pesawat yang dipiloti Captain Riza dan didampingi kopilot Captain Andi itu mendarat sekitar pukul 08.30 WIT dengan membawa delapan penumpang, terdiri atas tiga anggota Koramil 1718/Sugapa, satu anggota Polres Intan Jaya, dan empat warga sipil.
Berdasarkan keterangan awal, pilot mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas saat menyentuh landasan. Sejumlah penumpang juga merasakan bunyi dan hentakan dari bagian bawah pesawat ketika hendak mendarat.
BACA JUGA: Investigasi Penyebab Pesawat Tergelincir di Bandara Morowali, KNKT Turunkan Tim Besok
Ia menjelaskan, pilot kemudian membelokkan pesawat ke arah kiri hingga keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa-rawa di sisi landasan.
Insiden tersebut menyebabkan pesawat mengalami kerusakan. Dua anggota TNI dilaporkan terluka, yakni Serka Matheus yang mengalami luka di bagian pinggang dan Koptu Johar yang mengalami luka di bagian kepala akibat benturan.
Sementara itu, enam penumpang lainnya dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Polisi masih mendalami keterangan saksi dan informasi awal terkait kondisi pesawat untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




