JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia kemungkinan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan dry ice (es kering) secara masif dalam skala operasional. Operasi ini dilakukan BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak lainnya untuk mengurai kepekatan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan meskipun dasar riset terkait penggunaan dry ice sudah ada secara global, sebagian besar negara lain baru memanfaatkannya dalam skala penelitian laboratorium maupun uji coba terbatas.
"Teknik seperti ini memang tidak banyak digunakan di negara-negara lain, tapi sekali lagi, riset-riset itu ada, ya. Kita barangkali negara pertama di dunia yang melakukan operasi modifikasi cuaca dengan dry ice secara masif, ya," kata Handoko, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga:BRIN Intensifkan Uji Coba Inovasi Pemadaman Karhutla dengan Ubi BombingIa mencontohkan Thailand yang juga meneliti metode tersebut. Namun, sejauh ini, penerapannya baru berada pada tahap riset. Sementara itu, di banyak negara lain, pemanfaatan es kering untuk mengintervensi cuaca masih terbatas pada pengkajian teori melalui seminar dan lokakarya (workshop).
Berbekal kajian akademis dan diskusi ilmiah tersebut, BMKG merasa yakin untuk menerapkan teknologi ini secara langsung di lapangan.
"Beberapa teman-teman di negara lain juga kebanyakan melakukan riset, ya, mengupas teori-teori begitu, lalu berdiskusi-diskusi di ruang-ruang seminar, ruang-ruang workshop. Nah, dari situ maka kita merasa cukup yakin, ya, teknologi ini bisa digunakan dan kita menerapkannya di Indonesia ini secara operasional," ujarnya.
#nasional




