Jakarta: Pembayaran menggunakan kode QR semakin banyak digunakan untuk transaksi sehari-hari, di mana konsumen cukup memindai kode menggunakan aplikasi di ponsel untuk membayar tanpa perlu menyiapkan uang tunai atau menunggu kembalian.
Cara pembayaran tersebut juga memudahkan pedagang menerima transaksi digital tanpa harus menyediakan mesin kartu khusus. Di berbagai negara, sistem pembayaran berbasis kode QR berkembang dengan karakteristik dan cakupan layanan yang berbeda.
Ada sistem yang terhubung langsung dengan transfer antarrekening, sementara lainnya menjadi bagian dari dompet digital dan layanan sehari-hari. Perkembangannya turut dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat, penggunaan ponsel pintar, serta dukungan infrastruktur pembayaran.
Tiongkok, India, Singapura, Brasil, dan Swedia menjadi contoh negara yang mengembangkan atau memanfaatkan pembayaran QR. Berikut ulasannya, dirangkum dari Free Barcode. 1.Tiongkok Tiongkok disebut sebagai salah satu negara yang memimpin penggunaan pembayaran QR. Dua aplikasi utamanya adalah Alipay dan WeChat Pay, yang membuat transaksi melalui ponsel digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari.
Konsumen dapat memindai kode QR untuk membayar di berbagai tempat, mulai dari pedagang kecil hingga gerai besar. Sistem ini juga terhubung dengan layanan lain, seperti program loyalitas, menu restoran, dan transportasi umum.
Ekosistem pembayaran QR di Tiongkok turut mencakup layanan keuangan dan sejumlah layanan publik. Pemanfaatan kode QR yang luas membuatnya menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
2. India Pembayaran QR di India berkembang bersama Unified Payments Interface (UPI), yang menjadi tulang punggung sistem pembayaran digital di negara tersebut. UPI memungkinkan pengguna mengirim uang langsung antarrekening dengan cepat.
Aplikasi seperti Paytm, Google Pay, dan PhonePe menyediakan fitur pembayaran dengan memindai kode QR. Kemudahan penggunaan dan keterhubungan layanan ikut mendorong masyarakat menggunakan cara pembayaran ini.
Kode QR berperan dalam memperluas penggunaan UPI, baik untuk transaksi konsumen maupun pembayaran di toko. Pertumbuhan jumlah pengguna ponsel turut mendukung perkembangan pembayaran digital di India. 3. Singapura Singapura memiliki sejumlah layanan pembayaran digital, termasuk PayNow, GrabPay, dan OCBC Pay Anyone. PayNow menghubungkan sejumlah bank untuk memudahkan transaksi antar pengguna.
Pembayaran dengan kode QR menjadi salah satu cara konsumen bertransaksi melalui layanan tersebut. Pedagang dan konsumen dapat menggunakan aplikasi pembayaran untuk melakukan transaksi tanpa uang tunai.
Kebijakan pemerintah yang mendorong transaksi nontunai turut mendukung perkembangan pembayaran QR di Singapura. Negara ini juga menjadi salah satu pusat pembayaran digital di Asia Tenggara.
4. Brasil Brasil mengembangkan Pix, sistem pembayaran yang dibuat oleh Bank Sentral Brasil. Layanan ini memungkinkan pengguna mengirim uang dan melakukan pembayaran melalui kode QR.
Pix berkembang pesat sejak diperkenalkan dan digunakan di berbagai sektor, termasuk perdagangan ritel dan pembayaran utilitas. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk transaksi sehari-hari.
Sistem pembayaran instan ini membuat transaksi melalui kode QR semakin mudah diakses konsumen dan pelaku usaha. Pix pun menjadi salah satu contoh perkembangan pembayaran QR di Amerika Latin. 5. Swedia Swedia dikenal sebagai salah satu negara di Eropa dengan penggunaan pembayaran nontunai yang berkembang. Salah satu layanan yang disebut dalam penggunaan pembayaran QR adalah Swish.
Swish mendukung transaksi antarpengguna melalui ponsel. Kode QR dapat digunakan untuk memudahkan proses pembayaran, terutama dalam transaksi antarpengguna.
Infrastruktur teknologi di Swedia turut mendukung penggunaan pembayaran digital. Meski demikian, Swish merupakan bagian dari ekosistem pembayaran nontunai yang lebih luas di negara tersebut. (Razaqa Hariz)
Baca juga: 5 Negara dengan Sistem Pembayaran Digital yang Berkembang Pesat




