Jumlah korban tewas dalam penembakan yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hammoud, Provinsi Karak, Yordania, bertambah. Menteri Kesehatan Yordania Ibrahim al-Bdour mengungkapkan dua orang yang terluka dalam penembakan pada Jumat (23/10) itu meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.
"Jumlah korban yang meninggal dalam serangan teroris terhadap gereja di desa Al-Hamoud, Karak, telah meningkat menjadi sembilan orang setelah seorang korban lainnya, yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis, meninggal dunia pada hari Sabtu," kata al-Bdour dikutip dari AFP, Sabtu (24/10).
Ia menambahkan, 25 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Menurut pihak berwenang Yordania, sejumlah pria bersenjata menyerbu kompleks gereja Ortodoks Yunani di desa Hammoud, wilayah Karak, saat berlangsungnya prosesi pemakaman pada hari Jumat. Mereka lalu melepaskan tembakan.
Raja Yordania Abdullah II, yang menemui para korban setelah serangan tersebut, menyatakan dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada hari Sabtu bahwa keamanan dan keselamatan rakyat Yordania adalah garis merah.
"Tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris," ujarnya.
Ia menegaskan akan membalas aksi penembakan tersebut.
"Sebuah kelompok teroris telah melakukan tindakan mengerikan yang harus dikutuk dalam segala aspek, dan aparat keamanan sedang bekerja sepanjang waktu untuk melacak mereka," kata Menteri Dalam Negeri Mazen al-Faraya dalam sebuah konferensi pers.
Perdana Menteri Jafar Hassan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari mulai Jumat, dengan instruksi agar bendera dikibarkan setengah tiang di kantor-kantor pemerintah dan lembaga publik.





