Kapal Malaysia Selundupkan 1,16 Ton Narkoba, Dasco: Kita Jaga Generasi Muda dari Barang Haram

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com, Jakarta – Keberhasilan tim gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai membongkar penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Sumatera Utara menjadi pengingat serius bahwa ancaman narkoba kini gencar menyasar generasi muda langsung dari luar negeri.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf), Dasco mengungkapkan data terbaru dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terkait penangkapan kapal MT Global 168, yang disergap di perairan Tanjungbalai Asahan sebelum ditarik ke Pelabuhan Belawan.

“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (tengah) di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Ketua Harian Partai Gerindra ini secara tegas mengaitkan bahaya laten peredaran narkotika dengan keberlangsungan ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, daya imajinasi dan kreativitas adalah modal paling berharga bagi generasi muda untuk melahirkan karya hebat bagi bangsa.

Akan tetapi, barang haram yang diselundupkan oleh jaringan internasional tersebut dirancang untuk merusak daya pikir dan potensi terbaik para pemuda Indonesia.

“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri. Kalau sudah kena narkoba ini, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tegas Dasco di hadapan para kreator muda.

Dari hasil penggeledahan di atas kapal MT Global 168, petugas gabungan menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) serta membekuk delapan awak kapal (7 WNI dan 1 WN Taiwan).

Berdasarkan telisik penyidik Polri, kapal tersebut berlayar dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia, dan terdaftar atas nama perusahaan Makmur Marine Petroleum yang berkantor di Menara TJB, Johor Bahru.

Hingga saat ini, aparat penegak hukum terus bergerak melacak jaringan bos besar di balik pengiriman raksasa tersebut demi membentengi tanah air dari gempuran sediaan farmasi terlarang dari luar negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.600 per Kg
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Kahitna Bawa Nostalgia dan Romantisme ke Tomohon Jazz Festival 2026
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Tersangka Karhutla
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Marc Marquez Rebut Pole Position MotoGP Australia 2026 Meski Sempat Terjatuh, Ungguli Alex Marquez di Phillip Island
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.