jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr.H Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., MA, mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Menurut Syahrul, pemerintah harus mencermati aspirasi tersebut secara serius.
BACA JUGA: Syahrul Aidi: Kecanduan Judi Online Sama Seperti Narkoba
“Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan komitmen Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan,” ucap Syahrul, Sabtu.
Menurut Syahrul, persoalan ini bukan tentang penolakan terhadap seni atau musik internasional.
BACA JUGA: Krisis Palestina Makin Kritis, Jutaan Warga Gaza Kehilangan Akses Kebutuhan Dasar
Namun, pertimbangan moral dan kemanusiaan atas rekam jejak serta keterkaitan figur publik dengan dukungan terhadap Israel, di tengah penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan dan pendudukan.
“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina,” ujarnya.
Sebagai Ketua BKSAP, Syahrul mengingatkan pemerintah perlu menerapkan prinsip yang sama sebagaimana dalam keputusan sebelumnya terkait rencana konser yang menuai keberatan karena keterkaitannya dengan dukungan terhadap Israel.
Sebab, konsistensi kebijakan penting agar komitmen Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada pernyataan diplomatik.
“Sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo Subianto, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari sikap historis dan prinsip konstitusional Indonesia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Prinsip ini harus tercermin dalam kebijakan nyata,” tegasnya.
Syahrul Aidi juga menekankan kepentingan ekonomi dan industri hiburan perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab kemanusiaan.
Indonesia tetap terbuka bagi seniman dunia, tetapi keterbukaan tersebut harus disertai kepekaan terhadap nilai keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak bangsa Palestina.
“Kami mengajak masyarakat mendukung sikap yang berpihak pada kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina melalui cara damai dan bertanggung jawab. Yang ditolak bukan seni melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan Palestina berhak merdeka,” pungkas Syahrul.(era/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




