Surabaya (beritajatim.com) – Seminar Internasional Kesehatan Tenaga Ahli Laboratorium Klinik (SIKLIK) 2026 sukses digelar di Ballroom Hotel Dafam Pacific Caesar, Surabaya, pada Sabtu (24/10).
Acara tahunan bergengsi yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Universitas Airlangga (Unair) ini sukses memukau ratusan peserta sejak awal hingga akhir.
Melalui perpaduan nuansa akademik modern dan kekayaan budaya Nusantara, rangkaian acara dibuka secara meriah dengan penampilan tarian tradisional, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari jajaran dosen serta pimpinan organisasi mahasiswa.
Kemeriahan ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam membedah isu-isu strategis kesehatan terkini.
Mengusung tema utama “From Molecules to Miracles: How Biomarkers Are Shaping the Future of Diagnostics”, SIKLIK 2026 menyoroti evolusi krusial teknologi laboratorium dalam dunia medis modern.
Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi ATLM Unair, Nadia Ammara Lutfiah Tsabitah, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena sangat relevan dengan peran strategis ATLM pada masa depan.
Nadia menekankan bahwa pemahaman mendalam mengenai biomarker, khususnya untuk deteksi dini penyakit kanker, merupakan kompetensi mutlak bagi tenaga pendukung medis.
“Sebagai ATLM, tugas kita adalah membantu para dokter dalam menganalisis dan mendiagnosis suatu penyakit secara akurat, dan melalui seminar ini, kita mempelajari bagaimana biomarker digunakan untuk mendeteksi penyakit kanker langsung dari para pakarnya,” ujar Nadia.
SIKLIK 2026 menghadirkan narasumber kredibel tingkat nasional hingga internasional, yakni dr. Willy Sandhika (dosen spesialis patologi anatomi FK serta Magister Imunologi Sekolah Pascasarjana Unair) dan dr. Somlata Gupta, Ph.D. (peneliti Laboratorium Parasitologi Molekuler Jamia Millia Islamia, India).
Kehadiran kedua pakar tersebut memberikan perspektif komprehensif mengenai pemanfaatan biomarker molekuler dalam lanskap diagnostik global. “Beliau berdua menjelaskan terkait biomarker-biomarker yang akan kita gunakan untuk mendeteksi penyakit kanker,” kata Nadia.
Ia menambahkan bahwa ilmu berharga ini akan membekali mahasiswa ATLM Unair dalam menjaga nama baik almamater saat bekerja di rumah sakit sekaligus membantu mempersiapkan masa depan mereka.
Sementara itu, Ketua Pelaksana SIKLIK 2026, Ilham Saeful Rahman, mengapresiasi tingginya partisipasi sivitas akademika dan tenaga kesehatan dalam acara yang digelar secara hibrida ini.
“Partisipasi offline ada sekitar 70 peserta yang hadir langsung di lokasi acara, termasuk panitia yang turut terlibat aktif memperluas wawasan dan membuka pola pikir baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir,” ujar Ilham.
Ia juga menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui Zoom.
Lebih dari sekadar ajang penyampaian materi ilmiah, seminar ini dirancang untuk memberikan dampak transformatif nyata bagi para mahasiswa peserta.
Ilham menjelaskan bahwa kegiatan ini secara umum bertujuan memperluas akses informasi kesehatan terkini bagi praktisi umum dan tenaga ATLM. Secara khusus bagi mahasiswa, acara ini berfungsi sebagai jembatan penting antara teori akademik di bangku kuliah dan realitas dunia kerja profesional.
“Informasi dan wawasan baru yang diperoleh hari ini diproyeksikan dapat dikembangkan langsung oleh mahasiswa untuk diaplikasikan di jenjang karier masa depan,” ucapnya.
Melalui penyelenggaraan SIKLIK 2026, Hima ATLM Unair kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi tenaga laboratorium medik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan global dan siap menghadapi tantangan masa depan dunia kesehatan. (rma/kun)




