Mediaapakabar.com- Nasib apes nian menimpa Alpa Dirganta (25). Niat hati mencari nafkah di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sawit Seberang PTPN IV Regional II, pemuda ini justru meregang nyawa usai dihantam sabetan tali tambang maut, Kamis (22/10/2026) sore sekitar pukul 14.30 WIB.
Tragedi berdarah ini bermula saat korban sedang sibuk mengoperasikan mesin capstand untuk menarik lori berisi puluhan ton buah sawit ke ruang perebusan. Apes, tiba-tiba tali tambang manila berukuran raksasa 3 inci putus mendadak dan menyabet kening korban dengan sangat keras.
Dahsyatnya sabetan tali tersebut membuat tubuh korban langsung melayang dan terpental sejauh 6 meter hingga terhempas ke tanah tak sadarkan diri!
"Kami kaget banget mendengarkan suara 'PRAK!' keras kali saat tali penarik itu putus. Waktu kami lari ngecek, Alpa sudah tergeletak di tanah tak bergerak dengan luka terbuka parah di keningnya," jerit rekan kerja korban yang histeris melihat tubuh kawan sejawatnya bersimbah darah.
Melihat kondisi korban yang makin kritis, para pekerja langsung berhamburan membawa Alpa ke rumah sakit terdekat. Naas, takdir berkata lain. Nyawa pemuda 25 tahun itu tak sanggup diselamatkan medis.
Kapolsek Padang Tualang, Iptu M. Yassir Parinduri membenarkan insiden berdarah di dalam pabrik tersebut.
"Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi menunjukkan korban murni tewas akibat kecelakaan kerja. Korban dihantam tali penarik lori yang mendadak putus saat proses pengolahan berlangsung," tegas Iptu M. Yassir Parinduri, Jumat (23/10/2026).
Iptu M. Yassir menambahkan, begitu sampai di rumah sakit, dokter menyatakan korban sudah menghembuskan napas terakhirnya.
"Nyawa korban tak tertolong lagi.
Jenazah sudah diserahkan dan dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Dusun Pondok XIII, Desa Mekar Sawit, Kecamatan Sawit Seberang, untuk segera dikebumikan," pungkas Kapolsek. (MC/***)





